Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Pemerintah kembali mengaktifkan insentif motor listrik, membuka peluang signifikan bagi industri kendaraan listrik di Indonesia. Bank MUF (Mandiri Utama Finance) menyatakan kesiapan memperbesar pembiayaan untuk motor listrik guna menanggapi permintaan yang diprediksi melonjak.
Proyeksi Pembiayaan MUF
| Tahun | Nilai Pembiayaan (Miliar Rupiah) |
|---|---|
| 2023 | 1,200 |
| 2024 (tanpa insentif) | 1,300 |
| 2024 (dengan insentif) | 1,560 |
Data tersebut menunjukkan bahwa kebijakan insentif motor listrik dapat menambah sekitar Rp 260 miliar pembiayaan dibandingkan skenario tanpa insentif. Analisis MUF menambahkan bahwa peningkatan pembiayaan akan memperluas jaringan dealer, memperkuat layanan purna jual, serta menurunkan suku bunga bagi konsumen.
Dampak Terhadap Pasar
- Permintaan konsumen diperkirakan naik 20-25% dalam enam bulan pertama.
- Produsen motor listrik lokal dan importir dapat meningkatkan kapasitas produksi.
- Bank dan lembaga keuangan lainnya akan bersaing menawarkan paket pembiayaan dengan tenor lebih panjang.
Dengan dukungan insentif motor listrik, MUF berharap dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi bersih pemerintah. Langkah ini tidak hanya menambah volume penjualan, namun juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.
