Keuangan.id – 21 Mei 2026 | OJK mengungkapkan beberapa tantangan penjaminan produktif yang dapat mempengaruhi risiko UMKM. Salah satunya adalah keterbatasan agunan, yang dapat membuat UMKM sulit untuk mendapatkan kredit dari bank. Selain itu, kapasitas usaha dan pencatatan keuangan UMKM juga merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko.
Di sisi lain, pencatatan keuangan UMKM masih belum optimal. Banyak UMKM yang tidak memiliki catatan keuangan yang jelas, sehingga mereka sulit untuk memantau keuangan bisnis mereka. Hal ini dapat menyebabkan UMKM kesulitan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam hal keuangan.
Untuk mengatasi tantangan ini, OJK menyarankan UMKM untuk meningkatkan kemampuan keuangan mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari sumber pendanaan yang tepat, seperti kredit mikro atau pinjaman dari bank. Selain itu, UMKM juga dapat meningkatkan kapasitas usahanya dengan meningkatkan efisiensi dan mengembangkan produk baru.
