Berita  

Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting di Sulawesi Tengah

Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting di Sulawesi Tengah
Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting di Sulawesi Tengah

Keuangan.id – 11 April 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggencarkan serangkaian langkah strategis untuk menurunkan prevalensi stunting, salah satunya melalui peluncuran aplikasi berbasis digital bernama Berani Depak Stunting. Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi akar penyebab stunting secara cepat dan akurat, sehingga intervensi dapat diarahkan tepat sasaran.

Inovasi Digital yang Memperkuat Koordinasi

Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, menyatakan bahwa platform digital tersebut mampu memperluas jangkauan pengawasan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat penanganan berbasis data yang terintegrasi. Data yang valid menjadi fondasi utama dalam upaya menekan angka stunting, dan aplikasi Berani Depak menyediakan basis data real‑time yang dapat diakses oleh dinas kesehatan, dinas kependudukan, serta pihak terkait lainnya.

Peran Perguruan Tinggi dan Mahasiswa

Universitas Tadulako turut ambil bagian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Stunting. Mahasiswa dilibatkan dalam pengumpulan dan pemutakhiran data di lapangan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting. Sebagai agen perubahan, mereka membantu mengidentifikasi faktor risiko, memverifikasi data keluarga sasaran, dan menyampaikan informasi gizi yang tepat kepada ibu‑ibu di desa dan kelurahan.

Kontribusi Hankook Indonesia dalam Pendidikan Ibu dan Donasi Kesehatan

Sementara pemerintah daerah fokus pada inovasi teknologi, sektor swasta juga memberikan dukungan signifikan. Hankook Indonesia meluncurkan program kesehatan di Cikarang yang menargetkan ibu‑ibu hamil dan anak usia dini. Program tersebut mencakup penyuluhan gizi, pelatihan pola makan seimbang, serta distribusi suplemen mikronutrisi. Selain edukasi, Hankook juga menyumbangkan dana untuk peningkatan fasilitas layanan kesehatan di puskesmas setempat, memperluas kapasitas layanan skrining pertumbuhan anak.

Upaya edukasi yang dilakukan oleh Hankook tidak hanya terbatas pada materi teoritis. Tim lapangan mereka bekerja sama dengan kader kesehatan lokal untuk melakukan kunjungan rumah, memastikan setiap ibu memahami pentingnya asupan nutrisi selama kehamilan dan masa balita. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan risiko stunting sejak fase pra‑kelahiran.

Target Penurunan Stunting dan Harapan ke Depan

Pemprov Sulteng menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 26,1 % saat ini menjadi 19 % pada tahun 2026. Kombinasi antara aplikasi digital, kolaborasi akademik, dan dukungan swasta dipandang mampu mempercepat pencapaian target tersebut. Reny A. Lamadjido menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga non‑pemerintah, dan perusahaan seperti Hankook merupakan kunci utama dalam mengatasi tantangan gizi buruk.

Dengan data yang terintegrasi, pihak berwenang dapat mengidentifikasi wilayah‑wilayah dengan tingkat stunting tertinggi, menyalurkan bantuan secara tepat, serta memonitor efektivitas intervensi secara berkelanjutan. Mahasiswa KKN berperan sebagai mata dan telinga di lapangan, sementara Hankook menyediakan sumber daya finansial dan edukatif yang melengkapi upaya pemerintah.

Secara keseluruhan, strategi holistik yang memadukan teknologi, pendidikan, dan pendanaan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam penanggulangan stunting. Jika sinergi ini terus dipertahankan dan diperluas ke provinsi lain, Indonesia berpeluang signifikan mengurangi beban stunting pada generasi mendatang, meningkatkan produktivitas nasional, dan memastikan hak anak untuk tumbuh sehat terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *