Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkirakan total pembayaran klaim pada tahun 2025 akan mencapai Rp 146,73 triliun. Angka tersebut mencerminkan penurunan klaim produk asuransi jiwa sebesar 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara klaim pada produk asuransi kesehatan justru meningkat 9,1%.
Penurunan klaim jiwa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan, program mitigasi risiko, dan perubahan demografi yang mengurangi frekuensi klaim kematian. Di sisi lain, lonjakan klaim kesehatan dipicu oleh peningkatan biaya perawatan medis, pertumbuhan penyakit kronis, serta meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh pemegang polis.
| Tahun | Klaim Asuransi Jiwa (Rp Triliun) | Klaim Asuransi Kesehatan (Rp Triliun) |
|---|---|---|
| 2023 | 158,5 | 45,2 |
| 2024 | 151,9 | 49,3 |
| 2025 (proyeksi) | 146,73 | 53,8 |
Proyeksi di atas menandakan bahwa meskipun total klaim menurun, beban pada asuransi kesehatan terus meningkat, menuntut perusahaan asuransi untuk menyesuaikan premi dan produk mereka. Konsumen disarankan untuk meninjau kembali polis yang dimiliki, memastikan cakupan yang memadai untuk risiko kesehatan, serta mempertimbangkan diversifikasi produk asuransi guna melindungi diri secara komprehensif.
Dengan tren ini, AAJI menekankan pentingnya edukasi konsumen tentang manfaat asuransi jiwa dan kesehatan, serta dorongan bagi regulator untuk menciptakan kebijakan yang mendukung stabilitas industri sekaligus melindungi kepentingan pemegang polis.











