Keuangan.id – 25 April 2026 | Pemerintah Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk impor minyak sebanyak 150 juta barel dari Rusia dalam rangka menutup defisit energi yang semakin mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap produksi minyak dalam negeri yang saat ini terbatas akibat penurunan output lapangan utama dan kebutuhan energi yang terus meningkat.
Alasan utama impor
- Menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di tengah fluktuasi produksi domestik.
- Mencegah lonjakan harga BBM di pasar nasional.
- Mendukung target energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor lain.
Rincian kesepakatan
| Negara Sumber | Volume (juta barel) | Periode Pengiriman |
|---|---|---|
| Rusia | 150 | 2026‑2027 |
Importasi ini diharapkan dapat menutup sebagian besar defisit energi yang diproyeksikan mencapai 1,2 juta barel per hari pada akhir tahun 2025. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan penyesuaian tarif energi guna menyeimbangkan beban konsumen.
Langkah strategis ini selaras dengan kebijakan diversifikasi sumber energi yang telah dicanangkan dalam Rencana Induk Ketahanan Energi (RIKE) 2025‑2035, yang menekankan pentingnya keamanan pasokan serta stabilitas harga.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa keputusan impor minyak dari Rusia akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, khususnya sektor transportasi dan industri manufaktur yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil.
