Keuangan.id – 08 April 2026 | Indonesia Re, perusahaan reasuransi terkemuka, menyoroti adanya protection gap di pasar asuransi Indonesia terkait potensi kerugian akibat fenomena El Nino.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun El Nino diperkirakan meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, dampaknya terhadap total klaim asuransi diperkirakan masih terbatas. Faktor utama adalah konsentrasi risiko pada segmen asuransi properti, sementara lini lain seperti kesehatan, jiwa, dan motor relatif lebih terlindungi.
Lini asuransi properti menjadi yang paling terekspos karena kerusakan akibat banjir, longsor, dan kekeringan yang dipicu oleh pola cuaca El Nino. Data internal Indonesia Re mengindikasikan potensi kenaikan premi yang dibutuhkan hingga 10‑15 persen untuk menutupi risiko tambahan.
Namun, Indonesia Re menilai bahwa protection gap – selisih antara eksposur riil dan perlindungan yang dibeli – masih signifikan, terutama pada usaha kecil dan menengah serta wilayah pedesaan. Perusahaan mengajak regulator, perusahaan asuransi, dan nasabah untuk meningkatkan kesadaran serta memperluas jangkauan produk mikro‑asuransi.
Untuk mengurangi dampak, Indonesia Re merekomendasikan langkah-langkah berikut:
- Penilaian risiko berbasis data iklim terbaru;
- Penyesuaian tarif dan limit polis properti;
- Pengembangan produk asuransi parametric;
- Edukasi publik tentang pentingnya asuransi properti;
- Kolaborasi dengan pemerintah dalam program mitigasi bencana.
Dengan langkah‑langkah tersebut diharapkan protection gap dapat diperkecil dan eksposur sektor asuransi terhadap fenomena El Nino menjadi lebih terkelola, sehingga potensi klaim yang signifikan dapat dihindari.











