Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Penutupan perdagangan pada Jumat, 27 Maret 2026 menunjukkan pasar saham Indonesia berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,94 persen menjadi 7.097,05. Semua indeks utama dalam negeri juga mencatat penurunan, antara lain IDX30 turun 1,88 persen ke 390,96, Sri-Kehati turun 1,79 persen ke 346,30, LQ45 turun 1,74 persen ke 718,96, dan JII turun 1,30 persen ke 471,88.
Indeks INFOBANK15, yang mengukur kinerja 15 saham perbankan dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi, mengalami koreksi 1,87 persen dan berada pada level 925,68. Sebagian besar saham bank dalam indeks ini bergerak negatif.
- BBCA (Bank Central Asia) turun 2,55 persen ke Rp6.700.
- BBNI (Bank Negara Indonesia) turun 2,50 persen ke Rp3.900.
- BBTN (Bank Tabungan Negara) turun 2,33 persen ke Rp1.260.
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia) turun 2,01 persen ke Rp3.420.
- AGRO (Bank Raya Indonesia) turun 1,66 persen ke Rp178.
- BMRI (Bank Mandiri) turun 1,65 persen ke Rp4.760.
- PNBN (Bank Pan Indonesia) turun 1,51 persen ke Rp980.
- BNGA (Bank CIMB Niaga) turun 1,11 persen ke Rp1.780.
- NISP (Bank OCBC NISP) turun 1,01 persen ke Rp1.470.
- BDMN (Bank Danamon Indonesia) turun 0,78 persen ke Rp2.540.
- ARTO (Bank Jago) turun 0,72 persen ke Rp1.375.
- BANK (Bank Aladin Syariah) turun 0,47 persen ke Rp424.
Sementara itu, dua saham bank menunjukkan kenaikan: BRIS (Bank Syariah Indonesia) naik 0,95 persen ke Rp2.130, dan BTPS (Bank BTPN Syariah) naik 0,48 persen ke Rp1.055. Saham BJBR (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten) tetap flat pada Rp820.
Penurunan luas pada indeks utama dan INFOBANK15 mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati, meskipun terdapat pergerakan positif pada beberapa bank syariah. Investor diharapkan memantau perkembangan fundamental dan kebijakan moneter untuk menilai arah pasar ke depan.











