Keuangan.id – 28 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang tertinggal di tengah reli pasar saham Asia pada pekan ini. Sementara indeks utama seperti Nikkei Jepang, KOSPI Korea Selatan, dan Hang Seng Hong Kong mencatat kenaikan dua digit persentase, IHSG hanya bergerak tipis di kisaran pertumbuhan positif.
Analisis yang dirilis oleh Kiwoom Securities menyoroti adanya fenomena “Two-Speed Market” di kawasan tersebut. Menurut lembaga tersebut, pasar-pasar maju di Asia mengalami pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter, ekspektasi pertumbuhan ekonomi, serta aliran dana internasional yang lebih selektif.
Selain perbedaan laju pemulihan, Kiwoom mencatat bahwa arus dana asing ke pasar Indonesia masih relatif lemah. Investor institusional luar negeri tampak menahan diri, mengingat ketidakpastian global dan preferensi mereka terhadap aset-aset yang dianggap lebih stabil.
Berikut ini gambaran singkat pergerakan indeks utama di Asia pada hari perdagangan terakhir:
| Negara | Indeks | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Jepang | Nikkei 225 | +2.5 |
| Korea Selatan | KOSPI | +3.0 |
| Hong Kong | Hang Seng | +2.8 |
| Indonesia | IHSG | +0.5 |
Dengan dinamika tersebut, para pelaku pasar diharapkan memperhatikan sinyal Two-Speed Market serta mengkaji kembali alokasi portofolio, khususnya bagi yang mengandalkan aliran dana asing sebagai pendorong likuiditas pasar domestik.











