IHSG Rebound Tajam: Analis Jagokan 5 Saham Potensial MBMA, MEDC, UNTR dan Lainnya

IHSG Rebound Tajam: Analis Jagokan 5 Saham Potensial MBMA, MEDC, UNTR dan Lainnya
IHSG Rebound Tajam: Analis Jagokan 5 Saham Potensial MBMA, MEDC, UNTR dan Lainnya

Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi Selasa, 10 Maret 2026 dengan kenaikan 1,41 persen atau 103,54 poin, menguat ke level 7.440,91. Lonjakan ini menandai pemulihan signifikan setelah koreksi tajam pada hari sebelumnya, dipicu oleh penurunan harga minyak mentah serta dinamika pasar global.

Faktor Penggerak Penguatan IHSG

Penguatan IHSG didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, harga minyak dunia mengalami penurunan lebih dari 10 persen setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal damai dengan Iran, mengurangi tekanan inflasi energi. Kedua, indeks bursa Wall Street dan pasar Asia menunjukkan tren naik, memperkuat sentimen bullish di pasar domestik. Ketiga, analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa indikator Stochastic RSI masih berada di zona oversold, meski belum menghasilkan sinyal reversal yang jelas, dan histogram MACD tetap negatif, menandakan masih ada ruang bagi pergerakan lebih lanjut.

Data Transaksi dan Kinerja Sektor

Volume transaksi tercatat mencapai Rp 19,14 triliun dengan 2,03 juta transaksi. Sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,42 persen, diikuti oleh sektor industri (2,86 persen), konsumer siklikal (2,58 persen), transportasi (2,29 persen), properti (2,17 persen), dan energi (2,06 persen). Kenaikan sektor basic materials selaras dengan rebound harga emas, yang turut menambah daya tarik saham-saham material.

Top Gainers di Jajaran LQ45

Sejumlah saham unggulan LQ45 menunjukkan performa luar biasa pada hari itu. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melesat dua digit dengan kenaikan 14,39 persen atau 95 poin, menembus level 755. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 10,47 persen atau 270 poin, menembus zona 2.850. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) juga mencatat lonjakan 9,30 persen atau 825 poin, mencapai 9.700. Kinerja kuat ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan di sektor energi terbarukan, telekomunikasi, dan pulp & paper.

Analisis Teknikal dan Level Kunci

Tim analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyoroti formasi candle hammer pada level support 7.105‑7.140 sebagai sinyal rebound awal. Resisten utama terletak pada 7.765, 8.098, dan 8.363. Penembusan di atas 7.765 diprediksi akan menjadi konfirmasi pembalikan tren jangka menengah. Sementara itu, support kuat berada di 7.106, 6.900, dan 6.744, yang dapat menjadi pijakan jika tekanan jual kembali muncul.

Rekomendasi Saham Potensial

Berbekal data teknikal dan fundamental, analis menyoroti lima saham yang diprediksi akan memberikan peluang cuan bagi investor:

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – benefisiari kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi bersih.
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – eksposur kuat pada energi konvensional dan terbarukan.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – manfaat dari kebutuhan gas domestik yang meningkat.
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – produsen batu bara yang tengah diversifikasi ke energi terbarukan.
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – konsumer defensif dengan margin stabil.

Selain lima saham di atas, beberapa analis juga menambahkan PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai pilihan defensif yang dapat menahan volatilitas pasar.

Prospek IHSG ke Depan

Dengan dukungan faktor eksternal seperti penurunan harga minyak, perbaikan sentimen global, serta aliran dana asing yang kembali masuk, IHSG diproyeksikan dapat melanjutkan tren naiknya. Namun, para pelaku pasar tetap harus memantau indikator makro ekonomi, termasuk nilai tukar rupiah yang saat ini berada di sekitar Rp 16.887 per dolar AS, serta kebijakan moneter Bank Indonesia. Jika nilai tukar tetap stabil dan inflasi terkendali, peluang IHSG untuk menembus level 7.800 dalam beberapa minggu ke depan menjadi realistis.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal yang menguat, dukungan sektor-sektor kunci, serta rekomendasi saham-saham berpotensi tinggi memberikan landasan kuat bagi investor yang ingin memanfaatkan rebound IHSG. Tetap waspada pada volatilitas jangka pendek, namun optimisme jangka menengah tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *