IHSG Ditutup Bertahan di Zona Hijau, Ini Sektor dan Saham Penggeraknya

IHSG Ditutup Bertahan di Zona Hijau, Ini Sektor dan Saham Penggeraknya
IHSG Ditutup Bertahan di Zona Hijau, Ini Sektor dan Saham Penggeraknya

Keuangan.id – 14 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Senin, 13 April 2026, berhasil menutup di zona hijau dengan level 7.500,18, naik 0,56 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.458,49.

Statistik RTI Business mencatat bahwa dari total 817 saham yang diperdagangkan, 397 saham menguat, 264 saham mengalami koreksi, dan 156 saham tetap tidak berubah. Volume transaksi mencapai 42,50 miliar lembar saham dengan frekuensi pergerakan tangan sebanyak 2,56 juta kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp20,44 triliun.

Berbeda dengan pergerakan IHSG yang positif, beberapa indeks utama justru mengalami penurunan. IDX30 turun 0,31 persen menjadi 399,03, Sri-Kehati melemah 0,92 persen ke 345,87, dan LQ45 turun tipis 0,02 persen ke 746,36. Sementara itu, indeks sektor JII mencatat kenaikan 1,06 persen hingga 522,14.

Sektor‑sektor yang memberi kontribusi pada penguatan pasar didominasi oleh sektor energi yang naik 2,64 persen, diikuti oleh sektor bahan baku (2,36 persen), siklikal (2,30 persen), dan industri (1,84 persen). Sektor non‑siklikal, teknologi, infrastruktur, dan properti juga mencatat kenaikan masing‑masing 1,27 persen, 1,14 persen, 0,96 persen, dan 0,19 persen.

Namun tidak semua sektor mengalami kenaikan. Sektor keuangan turun 1,31 persen, sektor kesehatan melemah 0,23 persen, dan sektor transportasi menunjukkan tren datar yang cenderung lemah.

Saham Penggerak

  • Top gainers: MD Entertainment Tbk (FILM), Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), Barito Pacific Tbk (BRPT).
  • Top losers: Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
  • Saham paling aktif diperdagangkan: Bumi Resources Tbk (BUMI), Darma Henwa Tbk (DEWA), Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Penutupan di zona hijau ini menunjukkan bahwa meski beberapa indeks utama melemah, kekuatan sektor energi, bahan baku, dan siklikal tetap mendukung pasar saham Indonesia pada hari tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *