Keuangan.id – 08 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan pada 8 April 2026 dengan lonjakan 2,49 persen, mencapai 7.144,38 poin, melampaui penutupan sebelumnya di 6.971,02 poin.
Berikut rangkuman utama pergerakan pasar hari itu:
- Volume perdagangan mencapai 1,04 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp698,21 miliar.
- Frekuensi perpindahan tangan tercatat sebanyak 56 ribu kali.
- Dari total saham yang dipantau, 364 saham menguat, 83 saham mengalami koreksi, dan 182 saham tetap stabil.
Sentimen pasar masih campur aduk. Meskipun terdapat aliran keluar (outflow) dana asing sebesar Rp1,77 triliun, total outflow sejak awal tahun telah mencapai Rp36 triliun. Di sisi lain, indeks FTSE mempertahankan status Indonesia dalam kategori “Secondary Emerging Market” tanpa perubahan klasifikasi, namun menempatkan negara dalam fase “credibility rebuilding”.
Analisis teknikal dari Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, memperkirakan IHSG akan bergerak positif dalam rentang 7.000‑7.150 poin pada hari tersebut.
Regulator pasar modal Indonesia juga telah meluncurkan serangkaian reformasi struktural, antara lain: publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, penerapan kebijakan High Shareholding Concentration (HSC), klasifikasi 39 tipe pemegang saham, serta peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen yang mulai berlaku 31 Maret 2026. FTSE dijadwalkan melakukan tinjauan kembali pada Juni 2026 untuk menilai dampak reformasi tersebut terhadap kredibilitas pasar.
Secara keseluruhan, meskipun tekanan likuiditas asing masih terasa, dukungan reformasi domestik dan prospek teknikal positif memberikan landasan bagi IHSG untuk tetap berada dalam zona bullish pada hari itu.
