Keuangan.id – 05 April 2026 | Pada Rabu, 1 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan kenaikan signifikan sebesar 102,30 poin atau 1,45 persen, menguat ke level 7.150,52. Kenaikan ini menandai pergerakan positif terbesar pada awal bulan April, didorong oleh sentimen bullish pada sektor transportasi dan industri.
Pasar menunjukkan antusiasme terhadap saham-saham di sektor transportasi, terutama perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan, jalan tol, dan logistik. Saham PT Garuda Indonesia (GIAA) naik sekitar 4,2 persen, PT Jasa Marga (JSMR) mencatat kenaikan 3,8 persen, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (TIKI) menguat 3,5 persen. Kinerja kuat ini dipicu oleh ekspektasi pemulihan permintaan penumpang pasca‑musim liburan dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan infrastruktur transportasi.
Di sisi lain, sektor industri juga memberikan kontribusi besar. Saham PT Semen Indonesia (SMGR) naik 3,1 persen, PT United Tractors (UTRX) mencatat kenaikan 2,9 persen, serta PT Astra International (ASII) menguat 2,6 persen. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh data produksi manufaktur yang menunjukkan pertumbuhan lebih baik dari perkiraan, serta harga komoditas dasar yang stabil.
Berikut ringkasan pergerakan utama pada sesi pembukaan:
| Sektor | Saham Teratas | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Transportasi | Garuda Indonesia (GIAA) | +4,2 |
| Transportasi | Jasa Marga (JSMR) | +3,8 |
| Industri | Semen Indonesia (SMGR) | +3,1 |
| Industri | United Tractors (UTRX) | +2,9 |
Analisis teknikal menunjukkan IHSG menembus zona support kuat di level 7.100, membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan tren naik menuju level resistensi psikologis 7.200. Faktor eksternal, seperti data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, turut menambah optimisme investor.
Ke depannya, perhatian akan terfokus pada data ekonomi domestik, termasuk angka penjualan ritel dan produksi industri pada kuartal pertama. Jika data tersebut tetap menguat, IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya, memberikan dukungan lebih bagi saham-saham sektor riil.











