Keuangan.id – 23 April 2026 | Hertha Berlin kembali mencuri perhatian publik sepakbola Jerman setelah menahan SC Freiburg dalam adu penalti pada perempat final DFB Pokal. Kemenangan dramatis itu tidak hanya mengukir sejarah bagi klub, tetapi juga menambah ketegangan menuju semifinal yang dijadwalkan di Stadion Olympiastadion, Berlin.
Perjalanan Menantang di Piala Jerman
Sejak awal kompetisi, Hertha Berlin menunjukkan tekad kuat untuk menembus babak akhir. Pada fase pertama, tim asuhan pelatih Jürgen Klinsmann (bukan Jonathan Klinsmann yang merupakan pemain muda) berhasil mengalahkan Sportfreunde Lotte dengan skor 2-0. Kemenangan selanjutnya datang melawan Fortuna Düsseldorf (3-1) dan SV Darmstadt (2-0), yang menegaskan konsistensi performa tim di turnamen ini.
Namun, tantangan paling signifikan muncul pada perempat final melawan SC Freiburg, tim yang telah menyingkirkan Hertha pada perempat final musim sebelumnya melalui drama adu penalti. Kali ini, Hertha Berlin berhasil membalikkan nasib dengan menahan serangan lawan hingga babak tambahan, lalu mengeksekusi eksekusi penalti secara sempurna.
Detik-Detik Krusial di Stadion Olympiastadion
Pertandingan berlangsung di Stadion Olympiastadion, Berlin, dengan atmosfer yang dipenuhi oleh suporter Hertha yang bersemangat. Kedua tim saling menyerang, namun gol tetap belum tercipta hingga akhir waktu reguler. Saat adu penalti dimulai, penjaga gawang Stefan Ortega menjadi pahlawan dengan menyelamatkan tiga tembakan penting, sementara penyerang Kristsins mengeksekusi tiga tendangan tepat, memastikan Hertha melaju ke semifinal.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pemain muda Jonathan Klinsmann, putra mantan kiper Amerika Serikat, yang walaupun belum tampil di lini pertama, menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya dengan semangat kompetitifnya.
Semifinal dan Peluang Menyentuh Gelar
Dengan kemenangan tersebut, Hertha Berlin kini bersaing di semifinal melawan pemenang antara VfB Stuttgart dan SC Freiburg. Jika Stuttgart lolos, Hertha akan bertemu dengan tim Swabia yang memiliki catatan kuat melawan Bayern Munich dalam kompetisi domestik. Sebaliknya, jika Freiburg melaju, akan terulang kembali kisah adu penalti yang menegangkan.
Semifinal dijadwalkan pada Jumat, 24 April 2026, pukul 01.45 WIB, dan dipastikan menjadi sorotan utama publik sepakbola Jerman. Kemenangan di semifinal berarti Hertha Berlin akan menyiapkan diri untuk laga final yang akan digelar di Olympiastadion pada 23 Mei, menanti lawan yang masih belum diketahui, antara Bayern Munich atau tim lain yang berhasil menembus final.
Strategi dan Tantangan Kedepan
Pelatih Hertha Berlin menekankan pentingnya konsistensi taktik serta ketajaman serangan di depan gawang. Dalam beberapa pertandingan terakhir Liga Bundesliga, Hertha menunjukkan perbaikan signifikan, mengandalkan formasi 4-2-3-1 yang menyeimbangkan pertahanan dan serangan cepat. Pemain kunci seperti Matheus Cunha dan Palmeiro diharapkan menjadi motor serangan utama.
Di sisi lain, tantangan fisik tidak dapat diabaikan. Jadwal padat antara Liga Jerman, Piala Jerman, dan kemungkinan partisipasi di kompetisi Eropa menuntut rotasi skuad yang cermat. Pengelolaan kebugaran pemain menjadi prioritas utama untuk memastikan tim tetap kompetitif hingga akhir musim.
Reaksi Suporter dan Dampak Sosial
Suporter Hertha Berlin, yang dikenal dengan sebutan “Die Alte Dame”, memberikan dukungan penuh, baik di dalam maupun di luar stadion. Media sosial dipenuhi dengan komentar pujian terhadap keberanian tim dalam mengatasi tekanan adu penalti. Selain itu, keberhasilan tim di turnamen ini meningkatkan semangat kota Berlin, memberikan hiburan dan kebanggaan bagi penduduk setempat.
Dengan dukungan suporter yang setia, Hertha Berlin memiliki peluang besar untuk menorehkan prestasi bersejarah. Jika berhasil mencapai final, klub akan menjadi salah satu tim non‑Bayern yang menantang dominasi klub raksasa dalam kompetisi nasional.
Keberhasilan Hertha Berlin di DFB Pokal bukan hanya soal satu kemenangan, melainkan simbol tekad, kerja keras, dan semangat juang yang dapat menginspirasi generasi muda sepakbola Jerman.











