Keuangan.id – 12 Mei 2026 | Suatu bangsa yang lahir dan tumbuh dari kritik. Dalam sejarahnya, para founding father kita menggunakan kritik terhadap kolonialisme sebagai dasar perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan.
- Tjipto Mangoenkoesoemo, seorang tokoh yang pernah menempuh pendidikan di STOVIA, aktif menulis di surat kabar De Locomotief dan mengkritik kondisi sosial yang dianggapnya tidak sehat.
- Di dalam sejarah Indonesia, ada tokoh hebat bernama Ki Hajar Dewantara, yang merupakan seorang intelektual, pendidik, politisi, serta pejuang kemerdekaan Indonesia.
- Ki Hajar Dewantara mengkritik pemerintah Belanda karena sering bertindak ugal-ugalan dan menulis artikel yang berjudul Als ik een Nederlander was, yang mengandung kritik terhadap upaya pemerintah kolonial Belanda untuk mendapatkan dana dari rakyat Indonesia.
- Mas Marco Kartodikromo, seorang sastrawan, jurnalis, dan pejuang pergerakan nasional Indonesia, dikenal sebagai salah satu penulis terkemuka pada masa awal pergerakan nasional Indonesia.
- Mas Marco Kartodikromo aktif dalam bidang sastra dan jurnalisme, serta menjadi kontributor dalam majalah-majalah terkemuka pada masanya, termasuk majalah Doenia Bergerak.
- Mas Marco Kartodikromo juga dikenal sebagai pendiri Inlandsche Journalisten Bond (Persatuan Jurnalis Bumiputera) dan kerap mengkritik dengan tajam pemerintahan Hindia Belanda atas sistem pembagian kasta.
Menurut sejarah, kritik telah menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Dengan demikian, kritik terhadap pemerintahan Jokowi banyak dan benar, dan tidak boleh terulang.











