Berita  

Harga Seken Brio Satya 2018 dan Suzuki Ignis 2018 Meroket, Mengapa Kedua Mobil Ini Semakin Laris?

Harga Seken Brio Satya 2018 dan Suzuki Ignis 2018 Meroket, Mengapa Kedua Mobil Ini Semakin Laris?
Harga Seken Brio Satya 2018 dan Suzuki Ignis 2018 Meroket, Mengapa Kedua Mobil Ini Semakin Laris?

Keuangan.id – 29 April 2026 | Pasar mobil bekas di Indonesia kembali menjadi sorotan utama setelah data penjualan menunjukkan lonjakan signifikan pada dua model yang memiliki kesamaan harga seken tipis, yaitu Brio Satya 2018 dan Suzuki Ignis 2018. Kedua kendaraan ini tidak hanya bersaing dalam hal tampilan, melainkan juga dalam efisiensi bahan bakar, biaya kepemilikan, serta persepsi nilai jual kembali.

Harga Seken dan Perbedaan Tipis

Menurut riset lapangan yang dilakukan oleh beberapa dealer dan platform jual‑beli mobil, rata‑rata harga seken Brio Satya 2018 berada di kisaran Rp115 juta hingga Rp125 juta, sementara Suzuki Ignis 2018 diperdagangkan antara Rp118 juta hingga Rp128 juta. Selisih harga antara kedua model hanya berkisar antara Rp2 juta‑Rp3 juta, yang bagi pembeli mobil bekas tergolong kecil mengingat perbedaan fitur dan desain.

Brio Satya 2018 menonjolkan desain eksterior yang lebih agresif dibandingkan generasi sebelumnya, lengkap dengan velg alloy 15 inci dan interior yang ditingkatkan. Sementara Suzuki Ignis 2018 menampilkan gaya “crossover‑mini” dengan ground clearance yang lebih tinggi, menjadikannya pilihan yang menarik bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan di jalan beraspal maupun non‑aspal.

Faktor Pajak dan Biaya Tahunan

Salah satu alasan utama mengapa kedua mobil ini terus laris adalah struktur pajak kendaraan yang relatif bersaing. Pajak tahunan kendaraan bermotor (PKB) dihitung sebesar 2% dari nilai jual kendaraan (NJKB) ditambah biaya administrasi. Berikut perkiraan pajak tahunan untuk masing‑masing model:

Model Tahun Produksi Pajak Tahunan (Rp)
Honda Brio Satya 2018 1,9 – 2,3 juta
Suzuki Ignis 2018 2,0 – 2,4 juta

Selain pajak tahunan, banyak pemilik memilih opsi pajak lima tahunan yang menggabungkan PKB, SWDKLLJ, biaya administrasi, serta biaya pengesahan dan penerbitan STNK. Sebagai contoh, jika nilai jual Brio Satya 2023 diperkirakan Rp170 juta pada tahun 2026, pajak lima tahunan akan mencapai sekitar Rp3,94 juta. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan mobil sekelas SUV yang biasanya menelan biaya di atas Rp5 juta per lima tahun.

Popularitas dan Ketersediaan di Pasar

Efisiensi bahan bakar menjadi faktor penentu utama bagi konsumen Indonesia. Brio Satya 2018 mencatat konsumsi bahan bakar rata‑rata 5,8 L/100 km, sedangkan Ignis 2018 berada di kisaran 5,5 L/100 km. Kedua angka ini berada di bawah rata‑rata pasar mobil sub‑compact, sehingga menarik bagi pembeli yang mengutamakan biaya operasional rendah.

Selain itu, jaringan layanan purna jual yang luas serta ketersediaan suku cadang yang melimpah memperkuat posisi kedua model ini. Dealer resmi Honda dan Suzuki menyediakan paket perawatan berkala dengan harga bersaing, sehingga total biaya kepemilikan (TCO) tetap terjaga.

Data penjualan bulan Agustus‑September 2026 menunjukkan bahwa penjualan unit Brio Satya 2018 naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara Ignis 2018 mencatat pertumbuhan 9%. Peningkatan ini dipicu oleh kampanye promosi kredit murah, serta program tukar tambah yang memberikan insentif tambahan bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil bekas dengan kondisi prima.

Secara keseluruhan, kombinasi harga seken yang bersaing, beban pajak yang relatif ringan, efisiensi bahan bakar, serta dukungan layanan purna jual menjadi alasan kuat mengapa Brio Satya 2018 dan Suzuki Ignis 2018 terus menguasai pasar mobil bekas Indonesia.

Dengan tren konsumsi yang semakin mengarah pada kendaraan yang hemat biaya dan mudah dipelihara, kedua model ini diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama bagi pembeli mobil pertama maupun yang mencari kendaraan sekunder dengan nilai jual kembali yang stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *