Keuangan.id – 07 April 2026 | Harga minyak mentah mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 6 April 2026, setelah sebelumnya menguat pada pekan sebelumnya. Pada penutupan, harga Brent turun sekitar 2,3% menjadi $78,45 per barel, sementara harga West Texas Intermediate (WTI) turun 2,1% menjadi $73,20 per barel.
Penurunan ini mencerminkan koreksi pasar yang dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
- Kenaikan produksi OPEC+ yang diperkirakan akan melampaui target sebelumnya.
- Kekhawatiran bahwa ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan segera memicu gangguan pasokan yang signifikan.
- Kebijakan moneter global yang tetap ketat, menurunkan permintaan energi.
- Penguatan dolar AS yang membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli asing.
Investor kini menunggu perkembangan terbaru mengenai konflik AS‑Iran untuk menilai arah pasar minyak ke depan. Dua skenario utama menjadi fokus:
- Eskalasian konflik: Jika ketegangan meningkat, risiko gangguan aliran minyak dari Teluk Persia dapat mendorong harga naik kembali.
- De‑eskalasi atau penyelesaian diplomatik: Penurunan ketegangan dapat memperkuat ekspektasi pasokan yang stabil, menahan harga pada level lebih rendah.
Berikut rangkuman pergerakan harga minyak selama seminggu terakhir:
| Hari | Brent (USD/bbl) | WTI (USD/bbl) |
|---|---|---|
| Senin | 78,45 | 73,20 |
| Selasa | 79,10 | 73,80 |
| Rabu | 80,00 | 74,50 |
| Kamis | 79,55 | 74,10 |
| Jumat | 78,80 | 73,70 |
Analisis menunjukkan bahwa selama fase menunggu, volatilitas dapat tetap tinggi. Pelaku pasar disarankan untuk memantau pernyataan resmi dari pemerintah AS dan Iran, serta laporan produksi OPEC+, guna menyesuaikan posisi investasi mereka.











