Keuangan.id – 05 April 2026 | Pada Minggu, 5 April 2026, pasar emas perhiasan Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik bagi pembeli, penjual, serta investor. Sebagian besar toko perhiasan melaporkan penurunan tipis pada beberapa kadar, sementara harga emas batangan tetap relatif stabil. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah, permintaan industri perhiasan internasional, serta kebijakan moneter bank sentral.
Rangkuman Harga Emas Perhiasan per Gram (5 April 2026)
| Kadar Emas | Harga per Gram (Rp) | Perubahan |
|---|---|---|
| 24 Karat | 2.180.000 | +10.000 |
| 23 Karat | 2.028.000 | -4.000 |
| 22 Karat | 1.980.000 | -2.000 |
| 18 Karat | 1.650.000 | -3.000 |
| 14 Karat | 1.280.000 | -1.500 |
| 12 Karat | 1.150.000 | Stabil |
| 5 Karat | 950.000 | -5.000 |
Data di atas dikompilasi dari laporan resmi beberapa jaringan toko perhiasan ternama, antara lain Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Harga 24 karat mencatat kenaikan kecil sebesar Rp10.000, sementara kadar 23 karat dan 22 karat mengalami penurunan masing‑masing Rp4.000 dan Rp2.000. Kadar 5 karat, yang biasanya dipilih untuk perhiasan dengan harga terjangkau, turun Rp5.000 per gram.
Harga Emas Batangan: Stabil di Tengah Fluktuasi
Sementara harga perhiasan bergejolak, harga emas batangan yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Pegadaian tetap berada pada level yang relatif konstan. Pada hari yang sama, harga emas batangan Antam 1 gram dipatok sekitar Rp1.850.000, tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Stabilitas ini memberikan sinyal bahwa pasar logam mulia secara keseluruhan belum mengalami tekanan besar, melainkan pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh margin perhiasan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Perhiasan
- Nilai Tukar Rupiah: Penguatan atau pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat langsung memengaruhi biaya produksi emas perhiasan, karena harga spot emas dipatok dalam dolar.
- Permintaan Global: Musim pernikahan, festival, dan acara budaya di luar negeri meningkatkan permintaan emas dalam bentuk perhiasan, yang pada gilirannya dapat menaikkan harga lokal.
- Kebijakan Moneter: Kebijakan suku bunga dan cadangan emas bank sentral memengaruhi ekspektasi inflasi, sehingga investor dapat beralih ke emas sebagai safe haven.
- Biaya Produksi: Fluktuasi harga logam pendukung, seperti tembaga dan perak, serta biaya tenaga kerja di industri perhiasan turut menambah atau mengurangi margin harga jual.
Strategi Bagi Pembeli dan Penjual
Bagi konsumen yang berencana membeli perhiasan, memperhatikan pergerakan kadar emas yang lebih rendah seperti 14K atau 12K dapat memberikan nilai lebih, terutama bila harga turun. Sebaliknya, bagi penjual atau pedagang, menyesuaikan margin pada kadar tinggi (24K, 23K) dapat membantu menjaga profitabilitas saat pasar menekan harga.
Investor yang menilik emas sebagai aset diversifikasi dapat mempertimbangkan kombinasi antara emas batangan (stabil) dan emas perhiasan (potensi kenaikan harga pada kadar premium). Memantau kalender ekonomi internasional, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve, akan membantu memperkirakan arah pergerakan nilai tukar dan, pada gilirannya, harga emas.
Secara keseluruhan, pasar emas perhiasan pada 5 April 2026 memperlihatkan penurunan tipis pada sebagian besar kadar, kecuali 24 karat yang sedikit naik. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara faktor eksternal global dan dinamika domestik. Pemantauan rutin dan pemahaman faktor‑faktor penggerak tetap menjadi kunci bagi semua pihak yang berkepentingan dalam pasar emas.











