Keuangan.id – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Harga emas logam mulia diproyeksikan akan menembus batas psikologis Rp 3 juta per gram pada pekan depan. Proyeksi ini muncul setelah harga pada akhir pekan lalu berada di level Rp 2.857.000 per gram. Kenaikan tajam dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Faktor Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar
Perang antara Amerika Serikat‑Israel dengan Iran yang semakin memanas menjadi katalis utama. Konflik tersebut meningkatkan permintaan dolar AS untuk pembelian minyak, yang pada gilirannya menekan nilai rupiah. Analis komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa dolar AS menguat signifikan, memperburuk tekanan pada mata uang domestik.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah
Assuaibi memperkirakan rupiah akan melemah hingga sekitar Rp 17.120 per dolar AS dalam waktu dekat. Pelemahan ini dipicu oleh dua faktor utama: penguatan dolar AS sebagai safe‑haven di tengah ketidakpastian geopolitik, serta lonjakan harga minyak dunia yang menambah kebutuhan devisa untuk impor energi.
Level Support dan Resistance Emas
Berikut rangkaian level yang diperkirakan menjadi titik balik bagi harga emas domestik:
- Support pertama: USD 4.543 per troy ounce atau sekitar Rp 2.827.000 per gram.
- Support kedua: USD 4.358 per troy ounce atau sekitar Rp 2.780.000 per gram.
- Resistance pertama: USD 4.878 per troy ounce atau sekitar Rp 2.890.000 per gram.
- Resistance kedua: USD 5.080 per troy ounce atau tepat Rp 3.000.000 per gram.
Jika harga berhasil menembus resistance pertama, peluang besar bagi emas untuk menembus batas Rp 3 juta pada minggu berikutnya.
Data Pasar Terkini
Menurut data Trading Economics, harga emas dunia berada di level USD 4.677 per troy ounce. Di pasar domestik, harga emas Antam tercatat Rp 2.857.000 per gram, sementara Galeri24 berada di kisaran Rp 2.870.000 per gram. Rincian harga Antam per gram:
| Ukuran | Harga (Rp) |
|---|---|
| 1 gram | 2.857.000 |
| 2 gram | 5.654.000 |
| 5 gram | 14.060.000 |
| 10 gram | 28.065.000 |
| 25 gram | 70.037.000 |
| 50 gram | 139.995.000 |
| 100 gram | 279.912.000 |
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar emas Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan lebih lanjut.
Risiko Koreksi Jangka Pendek
Meskipun prospek bullish menjanjikan, Assuaibi mengingatkan adanya risiko koreksi. Jika tekanan geopolitik mereda atau dolar AS melemah, harga emas dapat turun ke level support pertama atau bahkan support kedua, yakni di kisaran Rp 2.827.000–2.780.000 per gram.
Investor disarankan untuk memantau pergerakan nilai tukar rupiah, harga minyak dunia, serta perkembangan konflik di Timur Tengah sebagai indikator utama arah pergerakan emas dalam beberapa hari ke depan.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor eksternal yang kuat dan level teknikal yang mendukung membuat harga emas berpeluang menembus batas psikologis Rp 3 juta per gram pada pekan depan. Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi catatan penting bagi pelaku pasar.
