Keuangan.id – 16 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Di tengah proses hukum yang menelan waktu, permasalahan pribadi keluarga Zoni kembali menjadi sorotan publik. Suami mantan istri Ammar Zoni, Haldy Sabri, secara tegas mengajukan permintaan kepada aktor muda itu untuk “move on” dari hubungan yang masih menjadi bahan perbincangan, meski sang aktor tengah berjuang menghadapi sidang lanjutan kasus dugaan peredaran narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Latar Belakang Perselisihan
Ammar Zoni (lahir 9 Januari 1995) dan Irish Bella (lahir 23 Februari 1996) resmi bercerai pada akhir 2025 setelah tiga tahun pernikahan yang dipenuhi dinamika. Kedua belah pihak memiliki dua anak, yang hingga kini menjadi titik fokus emosional bagi keluarga. Pada 15 April 2026, Aditya Zoni, kakak Ammar, mengungkapkan kepada media bahwa Ammar tidak lagi berkomunikasi dengan Irish Bella terkait urusan anak-anak mereka. “Enggak ada komunikasi dengan Irish Bella. Sejauh ini, belum ada. Ya seharusnya ada komunikasi soal anak kan. Meski sedih, tapi kami harus fokus sama persidangan dulu,” ujar Aditya di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Sidang Lanjutan dan Tuntutan Hukum
Pada hari yang sama, Ammar Zoni dijadwalkan kembali ke ruang sidang untuk menanggapi penolakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pleidoinya. Dalam persidangan sebelumnya, Ammar menyampaikan pembelaan yang menekankan bahwa tuduhan peredaran narkoba di dalam penjara tidak berdasar, sekaligus menguraikan kisah hidupnya yang penuh tantangan. Pleidoi tersebut menuai kritik tajam dari Haldy Sabri, suami Irish Bella, yang menilai pernyataan Ammar dapat merusak silaturahmi keluarga serta menimbulkan dampak negatif bagi anak-anak.
Haldy Sabri Minta Ammar “Move On”
Haldy Sabri, yang dikenal sebagai figur publik dengan reputasi tenang, tidak tinggal diam. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Okezone pada 16 April 2026, ia menyampaikan harapannya agar Ammar dapat mengakhiri segala urusan emosional dengan Irish Bella dan fokus pada proses rehabilitasi pribadi serta perbaikan hukum. “Saya mengerti bahwa masa lalu memang sulit dilupakan, namun mengangkat kembali isu-isu lama hanya akan menambah beban pada anak-anak. Saatnya Ammar melangkah maju, mengesampingkan drama lama, dan memberikan ruang bagi semua pihak untuk pulih,” kata Haldy.
Reaksi Keluarga Zoni
Aditya Zoni menegaskan bahwa keputusan untuk menghentikan komunikasi bukanlah pilihan yang diambil secara sembarangan. “Kami sangat merindukan anak-anak, tetapi prioritas utama saat ini adalah memastikan hak-hak mereka terpenuhi lewat jalur hukum yang tepat. Komunikasi melalui pengacara atau mediator mungkin menjadi solusi yang lebih aman,” jelasnya. Ia menambahkan, meski ada tekanan dari publik, keluarga Zoni bertekad menjaga privasi anak dan menghindari konflik yang dapat memperburuk kondisi mental mereka.
Rumor dan Klarifikasi dari Zeda Salim
Sementara itu, kabar beredar di media sosial mengenai chat Zeda Salim yang mengungkapkan peran ibu angkat Ammar Zoni dalam kehidupannya. Menurut sumber yang tidak dapat diverifikasi, Zeda pernah diminta menjadi menantu dalam sebuah percakapan pribadi yang kemudian bocor. Namun, tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut, sehingga tetap menjadi rumor yang belum terbukti.
Analisis Dampak Sosial
- Pengaruh pada anak-anak: Ketidakjelasan komunikasi antara orang tua dapat menimbulkan stres psikologis pada anak, terutama pada usia pertumbuhan kritis.
- Reputasi publik: Kasus hukum Ammar Zoni dan sorotan media terhadap urusan pribadi keluarga menambah beban citra publik masing-masing pihak.
- Peran media: Liputan intensif tanpa verifikasi dapat memperparah situasi, mengaburkan fakta, dan memicu opini publik yang polar.
Langkah Kedepan
Para pihak tampaknya akan mengandalkan jalur hukum untuk menyelesaikan perselisihan hak asuh dan kunjungan anak. Sementara itu, Haldy Sabri berharap Ammar dapat memanfaatkan proses rehabilitasi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan sekadar mengalihkan perhatian dari masalah narkoba yang sedang dihadapi.
Dengan proses sidang yang masih berlangsung, serta tekanan emosional yang terus mengemuka, dinamika keluarga Zoni tetap menjadi topik hangat yang akan terus dipantau oleh publik dan media. Ke depan, harapan terbesar adalah tercapainya solusi yang mengutamakan kesejahteraan anak dan keadilan hukum tanpa mengorbankan martabat pribadi.
