Berita  

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Gandeng Inovasi Layanan Kesehatan Hewan Keliling serta Percepatan Penanganan Banjir Solo Raya

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Gandeng Inovasi Layanan Kesehatan Hewan Keliling serta Percepatan Penanganan Banjir Solo Raya
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Gandeng Inovasi Layanan Kesehatan Hewan Keliling serta Percepatan Penanganan Banjir Solo Raya

Keuangan.id – 16 April 2026 | Jawa Tengah terus memperkuat ketangguhan sektor peternakan dan kesiapsiagaan bencana di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi. Pada 15 April 2026, Gubernur Luthfi meninjau dua program strategis sekaligus: layanan kesehatan hewan keliling (Healing) di Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, dan penanganan banjir di wilayah Solo Raya, Karanganyar. Kedua inisiatif ini menegaskan komitmen provinsi dalam melindungi mata pencaharian peternak, menjamin kelancaran ibadah kurban Iduladha, serta memberikan respons cepat terhadap bencana alam.

Program Layanan Kesehatan Hewan Keliling (Healing)

Layanan Healing, yang diluncurkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah pada Februari 2026, merupakan upaya inovatif untuk menjangkau peternak di daerah terpencil. Tim dokter hewan keliling melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vaksinasi, serta ultrasonografi pada hewan bunting tanpa biaya bagi peternak. Pada peninjauan di Krikilan, Gubernur menekankan pentingnya intensifikasi program menjelang Iduladha, mengingat provinsi memiliki lebih dari 6,3 juta ekor ternak, termasuk 1,32 juta sapi potong, 23 ribu kerbau, 3,7 juta kambing, dan 1,33 juta domba.

Perkiraan kebutuhan kurban tahun 2026 mencapai sekitar 593 ribu ekor, sehingga deteksi dini penyakit menjadi krusial. Sejak peluncuran, hanya 10 ekor ternak yang terdiagnosa positif penyakit mulut dan kuku (PMK), semua telah ditangani secara cepat. Kepala Distanak, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa program Healing terintegrasi dengan sistem spot‑stop Kementerian Pertanian serta pos lalu lintas ternak di perbatasan provinsi, yang berfungsi memblokir masuknya hewan terinfeksi.

Peternak lokal, Agus Kiswoyo, menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2024‑2025 kasus PMK sempat menurunkan populasi ternak hingga 50 %. “Saya berharap layanan ini lebih sering datang,” ujarnya, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memberikan harapan bagi stabilitas ekonomi peternakan di tingkat desa.

Penanganan Banjir Solo Raya

Tak lama setelah inspeksi di Sragen, Gubernur Luthfi melanjutkan tugas ke Karanganyar, mengunjungi dusun Daleman, Desa Ngringo, yang masih terdampak banjir setelah curah hujan ekstrem. Bersama Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Ade Eliana, Luthfi meninjau kondisi pemukiman, memantau penurunan genangan air, dan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pemasangan parabah (trapbag) sepanjang 200 meter.

Respon darurat provinsi mencakup penyediaan bantuan logistik senilai total Rp 81.836.520, meliputi 100 paket makanan siap saji, 100 paket lauk, 3 unit tenda keluarga, 30 kasur, 30 tenda gulung, 50 selimut, 40 family kit, dan 24 paket kids ware. Bantuan ini disalurkan oleh Dinas Sosial melalui koordinasi dengan Gubernur, memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi selama proses pemulihan.

Selain bantuan fisik, Luthfi menegaskan komitmen untuk memantau situasi secara berkelanjutan. Dinas PUPR, BPBD, dan Dinas Sosial telah dikerahkan ke lapangan, sementara koordinasi lintas sektor dengan BBWS diharapkan menghasilkan solusi jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur drainase dan penataan wilayah aliran sungai Bengawan Solo.

Pengembangan Investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)

Di sela-sela kunjungan lapangan, Gubernur Luthfi juga menyampaikan arahan strategis kepada pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Ia menekankan pentingnya mengurus perizinan Hak Guna Bangunan (HGB) melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menurut Luthfi, kepastian hukum atas lahan menjadi faktor utama yang menarik investasi, mengingat total nilai investasi di KITB telah mencapai hampir Rp 22 triliun dan ditargetkan mencapai Rp 70 triliun pada 2030.

Luthfi mengajak notaris dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan literasi hukum, serta menyelesaikan potensi konflik agraria. Dengan perizinan yang cepat dan transparan, provinsi berharap dapat memperkuat iklim investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Secara keseluruhan, rangkaian aksi Gubernur Ahmad Luthfi mencerminkan pendekatan holistik: memperkuat ketahanan peternakan melalui layanan kesehatan hewan keliling, memberikan respons cepat dan terkoordinasi pada bencana banjir, serta memfasilitasi iklim investasi yang kondusif. Upaya ini tidak hanya melindungi kesejahteraan petani dan warga terdampak, tetapi juga menyiapkan Jawa Tengah untuk menyambut Iduladha dan menghadapi tantangan masa depan dengan kesiapan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *