Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Jakarta, 12 Maret 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan pencapaian EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 2 triliun sepanjang 2025, melampaui target awal sebesar Rp 1,8-1,9 triliun. Pencapaian ini menjadi landasan bagi manajemen untuk menargetkan EBITDA antara Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun pada tahun buku 2026, menandakan peningkatan 59-69 persen.
Rekor 2025 dan Momentum Pertumbuhan
Direktur Utama grup, Hans Patuwo, menyatakan bahwa Gross Transaction Value (GTV) inti naik 49 persen secara tahunan, mencapai Rp 124 triliun pada kuartal IV dan Rp 400 triliun sepanjang tahun. Total GTV naik 47 persen menjadi Rp 212 triliun pada kuartal IV dan Rp 686 triliun secara tahunan, didorong oleh pertumbuhan pengguna yang bertransaksi (ATU) sebesar 24 persen menjadi 66 juta orang.
Pendapatan bersih tahun 2025 tercatat Rp 5 triliun pada kuartal IV dan Rp 18,3 triliun sepanjang tahun, naik 24 persen YoY. Sementara itu, rugi bersih turun drastis 77 persen menjadi Rp 1,18 triliun, dibandingkan kerugian Rp 5,15 triliun pada 2024.
Target EBITDA 2026 per Segmen
- Financial Technology (Fintech): Rp 1,4-1,5 triliun.
- On-Demand Services (ODS): Rp 1,7-1,8 triliun.
Penetapan target ini didukung oleh arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp 748 miliar pada kuartal IV 2025 dan Rp 966 miliar untuk tahun penuh, menunjukkan likuiditas yang kuat untuk investasi lanjutan.
Strategi Pertumbuhan dan Investasi
Manajemen menegaskan fokus pada dua segmen pasar utama: affluent dan mass market. Pada paruh kedua 2026, GOTO menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat, terutama di layanan on-demand, dengan peningkatan kapabilitas teknologi dan ekspansi layanan ke wilayah yang belum terjangkau.
Investasi utama akan diarahkan pada pengembangan ekosistem fintech, integrasi layanan pembayaran, serta peningkatan jaringan logistik untuk layanan transportasi dan pengiriman. Simon Ho, Direktur Keuangan, menambahkan bahwa disiplin biaya dan leverage operasional positif menjadi pendorong utama peningkatan profitabilitas.
Kontribusi Imbal Jasa Tokopedia
Imbal jasa e-commerce dari PT Tokopedia memberikan pendapatan tambahan Rp 820 miliar sepanjang 2025, dengan Rp 193 miliar tercatat pada kuartal IV. Angka ini naik signifikan dibandingkan Rp 690 miliar pada 2024, mencerminkan sinergi pasca-akuisisi oleh TikTok Shop.
Proyeksi dan Tantangan ke Depan
Walaupun prospek pertumbuhan kuat, GOTO harus menghadapi tantangan regulasi fintech, persaingan ketat di pasar on-demand, serta volatilitas ekonomi makro. Manajemen yakin bahwa strategi diversifikasi pendapatan, peningkatan efisiensi biaya, serta fokus pada inovasi produk akan menjaga momentum positif.
Dengan target EBITDA mencapai Rp 3,4 triliun pada 2026, GOTO berada pada jalur yang dapat mengubah lanskap ekonomi digital Indonesia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Para analis pasar menilai bahwa target EBITDA di atas Rp 3 triliun menandakan posisi GOTO sebagai pemain utama dalam ekosistem digital Indonesia. Saham GOTO diprediksi akan memperoleh likuiditas tambahan menjelang akhir kuartal, sejalan dengan rencana penawaran saham tambahan yang sedang dipertimbangkan.
Menurut data Asosiasi Fintech Indonesia, nilai transaksi digital nasional diproyeksikan melampaui Rp 2.000 triliun pada 2026. GOTO, dengan kombinasi layanan ride-hailing, e-commerce, dan solusi pembayaran, berpotensi menguasai lebih dari 15 persen pangsa pasar, memperkuat posisi kompetitifnya terhadap pemain global seperti Grab dan Alibaba.
