Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Jakarta, 14 Maret 2026 – Dalam rangka mengukuhkan peran zakat sebagai pendorong kesejahteraan umat, Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih menunaikan zakat secara simbolis di Istana Negara. Acara yang digelar pada hari ke-23 Ramadan ini menampilkan penyerahan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan cara yang cukup mengesankan: Gibran membayar zakatnya menggunakan tas jinjing berisi uang tunai.
Ritual Zakat di Istana: Simbolisme dan Kekuatan Ekonomi
Kegiatan tersebut dibungkus dalam tema “Zakat Menguatkan Indonesia” dan menjadi bagian integral dari sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana. Selain Presiden dan Wakil Presiden, Menteri Agama Nasaruddin Umar, para menteri, wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, serta asisten khusus presiden turut hadir, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan zakat.
Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima langsung oleh Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, yang kemudian memimpin doa bagi semua muzaki yang hadir. Gibran, yang dikenal sebagai putra Presiden Joko Widodo, memilih menyalurkan zakatnya dalam bentuk uang tunai yang ditempatkan dalam tas jinjing, menambah nuansa kepraktisan dan transparansi dalam proses penyaluran.
Target dan Angka Penghimpunan Zakat
Konter Zakat Istana mencatat penghimpunan dana zakat lebih dari Rp3,8 miliar yang berasal dari 111 muzaki, mayoritas adalah pejabat negara dan anggota kabinet. Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan tertinggi negara juga berpartisipasi aktif dalam kewajiban agama.
Sodik Mudjahid mengungkapkan bahwa selama Ramadan 2026, Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar, bagian dari target pusat sebesar Rp1,4 triliun. Secara nasional, pengelolaan zakat diharapkan mencapai Rp66 triliun, sementara total potensi zakat di seluruh Indonesia diproyeksikan mencapai Rp6 triliun dengan partisipasi sekitar 760 lembaga zakat, termasuk Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh provinsi.
Pesan Presiden dan Wakil Presiden tentang Ekonomi Umat
Presiden Prabowo menegaskan bahwa contoh penunaian zakat oleh para pejabat tidak sekadar ritual, melainkan upaya konkret untuk menggerakkan ekonomi umat. “Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan memberikan zakat, dan ini menunjukkan lagi peran penting Baznas dalam mengoptimalkan potensi ekonomi bangsa,” ujar Prabowo dalam pembukaan sidang kabinet.
Ia menambahkan pentingnya koordinasi antar lembaga keuangan dan organisasi keagamaan, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan zakat. “Baznas harus dikonsolidasi, ditingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang ada, sehingga potensi ekonomi umat dapat dimanfaatkan secara berarti, efisien, dan efektif,” tegasnya.
Reaksi Masyarakat dan Harapan Kedepan
Kehadiran tokoh tertinggi negara dalam menunaikan zakat mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. Banyak yang menilai tindakan ini sebagai dorongan moral untuk meningkatkan partisipasi zakat, infak, dan sedekah di kalangan warga, khususnya pada bulan suci Ramadan.
Sodik Mudjahid menutup acara dengan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menunaikan zakat, menekankan bahwa zakat adalah penolong di akhirat dan sarana pemberdayaan ekonomi umat. Ia menegaskan kesiapan Baznas dalam menyalurkan dana zakat secara amanah kepada mustahik sesuai dengan prinsip syariat.
Dengan contoh nyata dari Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri, diharapkan momentum Ramadan 2026 menjadi titik tolak bagi peningkatan partisipasi zakat nasional, yang pada gilirannya dapat memperkuat kesejahteraan sosial, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.











