Keuangan.id – 25 April 2026 | AS Roma resmi mengumumkan penghentian kerja sama dengan mantan penasihat klub, Claudio Ranieri, setelah terjadinya perselisihan terbuka dengan pelatih kepala Gian Piero Gasperini. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 24 April 2026, lewat pernyataan resmi klub yang menegaskan bahwa Roma akan melanjutkan perjalanan musim Serie A di bawah arahan Gasperini tanpa intervensi eksternal.
Latar Belakang Konflik
Claudio Ranieri, yang berusia 74 tahun, awalnya bergabung kembali dengan Roma pada akhir musim 2024 sebagai penasihat khusus setelah pensiun dari kepelatihan. Pada masa itu, Ranieri membantu proses transisi kepemilikan klub dan turut serta dalam proses penunjukan Gian Piero Gasperini sebagai pelatih utama. Namun, hubungan kerja mereka mulai memanas ketika Ranieri secara terbuka mengkritik kebijakan transfer yang diajukan oleh Gasperini. Ranieri menilai bahwa strategi pasar pemain kurang realistis dan dapat membebani keuangan klub.
Gian Piero Gasperini menanggapi kritik tersebut dengan sikap defensif, mengklaim bahwa visi jangka panjangnya membutuhkan kebebasan dalam menentukan skuad. Ketegangan internal semakin memuncak ketika Ranieri menuding Gasperini kurang memahami batasan anggaran klub. Konflik ini menimbulkan perpecahan di antara jajaran manajemen, pemain, dan staf pendukung.
Pernyataan Resmi Roma
Dalam pernyataan yang dirilis melalui akun resmi @OfficialASRoma di X, klub menyampaikan rasa terima kasih kepada Ranieri atas kontribusinya selama periode yang sulit. “AS Roma mengonfirmasi bahwa hubungan dengan Claudio Ranieri telah berakhir. Klub berterima kasih atas kontribusi besar yang telah diberikan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Roma menegaskan bahwa fokus utama klub tetap pada stabilitas dan pencapaian target kompetitif. “Ke depan, arah kami jelas. Klub ini kuat, dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang terdefinisi. AS Roma akan selalu menjadi prioritas utama. Kami memiliki kepercayaan penuh terhadap jalur yang ditempuh bersama Gian Piero Gasperini,” tambah pernyataan resmi.
Reaksi Gasperini
Gian Piero Gasperini memberikan komentar singkat namun tegas di konferensi pers pasca pengumuman. Ia menegaskan bahwa Roma selalu menjadi prioritas utama baginya dan bahwa tim akan melanjutkan perjuangan demi tempat di Liga Champions. “Roma datang sebelum segala hal. Kami tetap fokus pada performa tim, tidak ada ruang bagi gangguan eksternal,” ujar Gasperini.
Selain itu, Gasperini menyinggung bahwa keputusan manajemen untuk mendukungnya merupakan bukti kepercayaan penuh terhadap strategi yang ia jalankan, terutama dalam hal pengembangan pemain muda dan taktik menyerang yang menjadi ciri khasnya.
Implikasi bagi Serie A
Saat ini, AS Roma menduduki posisi keenam klasemen Serie A dengan lima pertandingan tersisa, tertinggal lima poin dari Juventus yang mengamankan zona Liga Champions. Keputusan memisahkan Ranieri dari struktur klub dapat memberikan ruang bagi Gasperini untuk menyesuaikan taktik dan melakukan pergerakan pasar pemain tanpa harus menyesuaikan diri dengan pandangan penasihat senior.
Pengamat sepak bola menilai bahwa stabilitas kepemimpinan dapat meningkatkan konsistensi performa Roma menjelang akhir musim. Namun, risiko tetap ada mengingat tekanan untuk menutup kesenjangan poin dengan Juventus dan mengamankan tiket Liga Champions.
Secara keseluruhan, perpisahan ini menandai babak baru bagi AS Roma. Dengan Gian Piero Gasperini memegang kendali penuh, klub diharapkan dapat menata ulang strategi transfer, mengoptimalkan potensi pemain muda, dan memperkuat mentalitas kompetitif untuk menantang posisi puncak di Serie A.









