Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Marc Marquez, juara dunia yang kembali menancapkan dirinya di Ducati untuk musim 2027, kini menjadi sorotan utama tidak hanya karena performa di lintasan, melainkan karena Gaji Marc Marquez yang dilaporkan meningkat lima kali lipat dibandingkan kontrak sebelumnya. Lonjakan ini menandai perubahan signifikan dalam struktur pembayaran di MotoGP, sementara Fabio Quartararo masih memegang catatan sebagai pembalap termahal.
Kontrak Baru dan Negosiasi dengan Ducati
CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengonfirmasi pada awal Mei 2026 bahwa proses pembaruan kontrak Marquez sudah berada pada tahap akhir. “Proses perpanjangan kontrak hampir selesai, tinggal beberapa detail kecil,” ujar Domenicali dalam wawancara dengan GPone. Negosiasi tersebut sempat tertunda karena dialog yang sedang berlangsung antara pabrikan dan pemegang hak komersial MotoGP (Dorna). Namun, menurut pernyataan resmi Ducati, kesepakatan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Kesepakatan tersebut mencakup durasi satu tahun dengan opsi perpanjangan, serta bonus performa yang mengikat Marquez pada target podium dan kemenangan. Selain itu, Ducati menyiapkan dukungan teknis penuh, termasuk penempatan Pedro Acosta sebagai rekan setim dalam skuad utama.
Lonjakan Gaji yang Mengguncang Dunia MotoGP
Menurut laporan internal tim manajemen, Gaji Marc Marquez untuk musim 2027 mencapai nilai yang lima kali lipat dari paket tahun 2024 ketika ia masih berada di Gresini Ducati. Perubahan ini mencerminkan nilai pasar Marquez sebagai salah satu pembalap paling berpengaruh, sekaligus menegaskan komitmen Ducati untuk mempertahankan eksistensinya di puncak klasemen.
Lonjakan gaji tersebut didorong oleh kombinasi faktor: popularitas global Marquez, pengalaman enam gelar juara dunia, serta potensi pendapatan komersial melalui sponsor dan hak siar. Peningkatan ini juga menjadi sinyal bagi tim lain bahwa Ducati bersedia menginvestasikan sumber daya finansial besar demi mempertahankan pembalap berkaliber dunia.
Fabio Quartararo Masih Menjaga Rekor Penghasilan Tertinggi
Meski Marquez menikmati peningkatan signifikan, Fabio Quartararo dari Yamaha tetap menjadi pembalap dengan pendapatan tahunan tertinggi pada musim 2027. Quartararo, yang baru saja menandatangani kontrak lima tahun dengan nilai premi tinggi, tetap mengungguli Marquez dalam hal total kompensasi termasuk endorsement.
Keberadaan Quartararo sebagai pembalap termahal menambah dimensi persaingan antar tim, terutama dalam hal strategi pemasaran dan alokasi anggaran. Kedua pembalap tersebut kini menjadi pusat perhatian sponsor, dengan Marquez menambah nilai jual Ducati di pasar Asia dan Eropa, sementara Quartararo memperkuat citra Yamaha di Amerika Utara.
Pengaruh Cedera, Persahabatan, dan Spekulasi Pensiun
Musim 2026 menampilkan tantangan fisik bagi Marquez. Cedera bahu yang dialami pada awal tahun mengharuskan ia beristirahat lama, namun pemulihan yang dipercepat berkat jeda antara Grand Prix Amerika (COTA) dan Spanyol (Jerez) memberi Marquez kesempatan untuk kembali ke kondisi optimal. Domenicali menekankan bahwa pembalap harus berada pada “101 % kondisi” untuk bersaing di level tertinggi.
Di sisi lain, hubungan emosional antara Marquez dan mantan kepala mekaniknya, Santi Hernandez, tetap menjadi kisah legendaris di paddock. Hernandez, yang tetap setia di Honda, menyatakan bahwa persahabatan mereka tidak akan pudar meski keduanya kini berada di tim berbeda. “Saya membawa persahabatan dengannya, yang bagi saya adalah hal terpenting,” ujar Hernandez dalam wawancara dengan Crash.
Spekulasi tentang kemungkinan pensiun Marquez kembali muncul setelah penurunan performa awal 2026. Namun, pernyataan Marquez tentang pentingnya mengetahui waktu yang tepat untuk berhenti menegaskan bahwa ia masih berkomitmen pada MotoGP selama kontrak 2027 masih berlaku.
Dengan Gaji Marc Marquez yang melonjak drastis, dukungan teknis Ducati, serta tekad untuk kembali meraih gelar juara, musim 2027 menjanjikan pertarungan sengit antara dua raksasa MotoGP. Sementara Fabio Quartararo tetap memegang gelar pembalap termahal, dinamika finansial dan kompetitif ini memperkaya narasi balap motor paling bergengsi di dunia.
Secara keseluruhan, peningkatan gaji Marquez tidak hanya mencerminkan nilai individu, tetapi juga menandai era baru di mana tim dan pembalap berkolaborasi lebih erat dalam mengoptimalkan performa, branding, dan keberlanjutan finansial dalam MotoGP.
