Gaikindo: Keterbatasan Infrastruktur Hambat Adopsi Mobil Listrik

Gaikindo: Keterbatasan Infrastruktur Hambat Adopsi Mobil Listrik
Gaikindo: Keterbatasan Infrastruktur Hambat Adopsi Mobil Listrik

Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Gaikindo menyoroti bahwa ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia masih jauh dari kesiapan optimal. Keterbatasan infrastruktur pengisian, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta rendahnya nilai jual kembali menjadi faktor utama yang memperlambat adopsi mobil listrik.

Infrastruktur Pengisian yang Terbatas

Hingga akhir 2023, jumlah SPKLU nasional masih di bawah 300 unit, sementara perkiraan kebutuhan mencapai ribuan titik untuk mendukung pertumbuhan penjualan EV. Penempatan SPKLU yang belum merata, terutama di wilayah luar Jawa, menyulitkan konsumen potensial.

Nilai Jual Kembali yang Rendah

Pasar sekunder mobil listrik masih minim, sehingga pemilik khawatir nilai investasi akan turun drastis setelah beberapa tahun penggunaan. Hal ini mengurangi insentif bagi konsumen untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.

Langkah Gaikindo dan Pemerintah

Gaikindo menyerukan kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan investor untuk mempercepat pembangunan jaringan SPKLU, memberikan insentif fiskal, serta mengembangkan standar teknis yang memudahkan integrasi.

  • Perluasan jaringan pengisian di daerah terpencil.
  • Peningkatan dukungan kebijakan pajak bagi produsen dan pembeli EV.
  • Pengembangan program buyback atau leasing yang menurunkan risiko nilai jual kembali.

Dengan mengatasi kendala infrastruktur dan nilai jual kembali, diharapkan adopsi mobil listrik di Indonesia dapat meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Exit mobile version