Francesco Totti Teken Kontrak Besar, Sementara AS Roma Bergulat dengan Konflik Gasperini‑Ranieri

Francesco Totti Teken Kontrak Besar, Sementara AS Roma Bergulat dengan Konflik Gasperini‑Ranieri
Francesco Totti Teken Kontrak Besar, Sementara AS Roma Bergulat dengan Konflik Gasperini‑Ranieri

Keuangan.id – 20 April 2026 | Roma kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah Francesco Totti menandatangani kontrak baru yang diperkirakan bernilai tiga juta pound per tahun, sekaligus mengikat dirinya hingga 2005. Di sisi lain, klub tersebut juga harus menghadapi ketegangan internal antara pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri, yang memunculkan pertanyaan tentang stabilitas manajerial AS Roma menjelang akhir musim Serie A 2025/2026.

Kontrak Totti yang Baru

Menurut laporan yang diterima dari Sky Sports, agen Totti, Franco Zavaglia, telah bertemu dengan pejabat Roma pada hari Rabu untuk menyelesaikan detail akhir kontrak. Kesepakatan utama meliputi gaji pokok sekitar £3 juta per tahun, yang akan meningkat menjadi hampir £5 juta pada tahun terakhir kontrak. Selain itu, Totti akan tetap mengendalikan semua hak sponsor pribadinya serta situs web resmi pribadinya, menegaskan posisi komersialnya yang kuat di luar lapangan.

Kontrak tersebut tidak hanya memberikan kepastian finansial bagi pemain legendaris, tetapi juga menandai komitmen jangka panjang antara pemain ikonik dan klub kebanggaannya. Dengan kontrol penuh atas sponsor, Totti dapat melanjutkan kolaborasi dengan merek-merek yang telah ia bangun selama bertahun‑tahun, sekaligus meningkatkan eksposur Roma secara global.

Ketegangan Internal antara Gasperini dan Ranieri

Pada 17 April 2026, Gian Piero Gasperini, pelatih utama AS Roma, mengadakan konferensi pers pra‑pertandingan melawan Atalanta. Saat ditanya mengenai tekanan yang dirasakannya, Gasperini tampak emosional dan bahkan meneteskan air mata sebelum meninggalkan ruangan. Ia mengungkapkan bahwa konflik dengan Claudio Ranieri, yang menjabat sebagai penasihat senior, menjadi faktor utama yang memengaruhi keadaannya.

Gasperini membandingkan perlakuan manajemen Atalanta pada masa ia memimpin La Dea dengan situasi yang ia alami di Roma. Ia menegaskan, “Saya semakin tua, jadi mudah terharu. Tapi tolong, jangan tempatkan saya di level yang sama dengan mereka yang mengeluarkan pernyataan‑pernyataan itu… Bukan saya yang memulai drama ini.”

Fans Roma menanggapi dengan protes keras, mengkritik apa yang mereka sebut sebagai “teater” internal klub. Suasana tegang semakin terasa setelah pertandingan berakhir imbang 1‑1, di mana sebagian suporter mengeluarkan cemoohan sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap dinamika internal.

Respon Manajemen dan Pernyataan Totti

Frederic Massara, Direktur Olahraga Roma, berusaha menenangkan situasi dengan menegaskan bahwa semua elemen klub tetap fokus pada hasil di lapangan. “Kami hanya fokus pada apa yang terjadi di lapangan. Kami ingin mengakhiri musim ini dengan kuat,” ujarnya kepada DAZN. Meski tidak menolak adanya dinamika internal, Massara menilai hal tersebut sebagai hal lumrah dalam organisasi sepak bola profesional.

Di tengah keributan tersebut, Francesco Totti memberikan nasihat yang bersifat persuasif kepada seluruh elemen klub dan pendukung. Dalam sebuah pernyataan resmi, Totti menekankan pentingnya rasa hormat antara pemain, pelatih, manajemen, dan suporter. “Roma adalah sebuah keluarga. Semua pihak harus saling menghormati demi kemajuan tim,” kata Totti.

Dampak Finansial dan Strategis

  • Gaji tahunan Totti diproyeksikan naik menjadi £5 juta pada tahun terakhir kontrak, menambah beban gaji klub namun diimbangi oleh peningkatan nilai komersial.
  • Kontrol penuh atas sponsor pribadi memberi Totti kebebasan negosiasi yang dapat menambah pendapatan klub melalui kemitraan bersama.
  • Konflik internal dapat memengaruhi kinerja tim, terutama dalam fase akhir kompetisi domestik dan Eropa.

Jika ketegangan antara Gasperini dan Ranieri tidak segera diredam, Roma berisiko kehilangan konsistensi taktis di lapangan, yang pada gilirannya dapat memperburuk posisi mereka di klasemen Serie A. Di sisi lain, keberadaan Totti sebagai figur ikonik dan duta merek dapat menjadi penyeimbang dalam menjaga citra klub tetap positif di mata publik.

Secara keseluruhan, musim 2025/2026 bagi AS Roma menjadi periode krusial di mana keputusan strategis, baik dalam hal kontrak pemain maupun manajemen internal, akan menentukan nasib klub dalam jangka menengah. Keberhasilan negosiasi kontrak Totti dan penanganan konflik Gasperini‑Ranieri akan menjadi faktor penentu apakah Roma dapat kembali bersaing di puncak sepak bola Italia.

Exit mobile version