Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Sabtu malam, 12 Maret 2026, stadion Mangueirão menjadi saksi konfrontasi yang dinanti dalam putaran kelima Brasileirão 2026 antara Remo (PA) dan Fluminense (RJ). Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB ini berakhir dengan kemenangan meyakinkan Fluminense 2-0, mengantarkan sang Tricolor ke peringkat tiga klasemen dengan total sepuluh poin setelah lima laga.
Latar Belakang Pertandingan
Ini merupakan pertemuan pertama antara kedua klub sejak 1986, menambah nilai historis pada laga tersebut. Remo, yang dikenal sebagai “Singa Amazon”, tengah bergulat dengan performa menurun; tiga kali seri dan satu kekalahan dalam empat pertandingan pertama membuat mereka menempati posisi 17, tepat di zona degradasi. Tekanan untuk meraih kemenangan pertama di Brasileirão terasa kian berat, terutama setelah menempati runner-up di kejuaraan regional Paraense.
Di sisi lain, Fluminense memasuki pertandingan ini setelah mengalami kekecewaan di final Campeonato Carioca, kalah melalui adu penalti melawan rival berat Flamengo. Meskipun demikian, tim yang dipimpin Luis Zubeldía tetap berada dalam kondisi positif, dengan rekor sembilan kemenangan, tiga seri, dan dua kekalahan dalam 14 pertandingan sepanjang tahun.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, Fluminense mendominasi penguasaan bola, mencatat 66,8% dibandingkan 33,2% milik Remo. Tekanan tinggi Remo di area pertahanan tidak mampu menahan serangan terorganisir Tricolor. Gol pertama tercipta pada menit ke-15 melalui John Kennedy, yang memanfaatkan umpan terobosan di sisi kanan lapangan. Gol kedua dicetak pada menit ke-62 oleh Agustín Canobbio setelah serangan balik cepat yang memanfaatkan ruang di lini belakang Remo.
Remo berusaha bangkit melalui serangan sayap, namun kurang efisien dalam penyelesaian akhir. Kedua tim mencatat total tembakan 15 untuk Remo dan 10 untuk Fluminense, dengan Fluminense menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran dibandingkan empat tembakan Remo. Jumlah tendangan sudut juga tinggi, mencapai lebih dari sembilan setengah sudut selama pertandingan, sejalan dengan prediksi pra-pertandingan yang menyoroti kemungkinan banyaknya corner.
Statistik Kunci
| Aspek | Remo | Fluminense |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 33,2% | 66,8% |
| Tembakan (Total) | 15 | 10 |
| Tembakan tepat sasaran | 4 | 3 |
| Corner | 5 | 6 |
| Foul | 11 | 14 |
| Kartu Kuning | 2 | 1 |
Reaksi dan Analisis
Setelah pertandingan, kapten Remo Marllon memberikan pujian kepada Fluminense, menyebut mereka sebagai “tim terbaik di Brasil untuk permainan build-up”. Ia menyoroti kesulitan Remo yang harus beradaptasi dengan pergantian pelatih selama tiga bulan terakhir, yang berdampak pada konsistensi taktik tim. “Kami menghadapi tim yang sedang berada dalam fase terbaiknya, baik secara teknis maupun taktis,” ujar Marllon.
Pelatih Fluminense Luis Zubeldía menilai kemenangan ini penting untuk memulihkan moral setelah kegagalan di final Carioca. Ia menegaskan keputusan menurunkan pemain baru seperti Savarino yang berhasil berkontribusi pada pergerakan serangan. “Kemenangan ini menunjukkan bahwa kami mampu mengeksekusi permainan yang terstruktur, terutama dalam transisi cepat,” kata Zubeldía.
Para analis sepak bola menilai bahwa keunggulan penguasaan bola Fluminense menjadi faktor penentu utama. Dengan mengendalikan lini tengah melalui pemain seperti Martinelli, Hércules, dan Lucho Acosta, Tricolor berhasil menekan Remo secara konsisten, memaksa lawan melakukan kesalahan defensif.
Prediksi pra-pertandingan yang mengusulkan kemenangan Remo dengan odds +250 ternyata meleset, namun perkiraan tentang banyaknya corner dan peluang kedua tim mencetak gol terbukti akurat, mengingat kedua sisi mencatat dua gol dalam total lima tembakan tepat sasaran.
Dengan hasil ini, Fluminense menempati posisi ketiga dengan 10 poin, selisih tiga poin dari pemuncak klasemen. Sementara Remo harus kembali menggarap poin demi poin untuk menghindari zona degradasi, mengingat hanya satu pertandingan tersisa dalam putaran pertama sebelum tekanan semakin besar.
Keberhasilan Fluminense di Mangueirão menegaskan kembali kualitas skuadnya dalam menghadapi tekanan di luar negeri bagian, dan menyiapkan mereka untuk tantangan berikutnya di fase lanjutan Brasileirão serta kompetisi internasional.











