Keuangan.id – 01 April 2026 | Setelah menghilang selama hampir satu dekade dari sorotan publik, aktris sekaligus penyanyi Feby Febiola kembali menapaki panggung hiburan lewat film horor “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”. Kehadiran kembali sang artis tidak lepas dari perjalanan pribadi yang panjang, mulai dari keputusan meninggalkan Jakarta, menetap di Bali, hingga menemukan makna ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.
Sepuluh Tahun Menepi di Pulau Dewata
Pada tahun 2016, Feby menikah dengan Franky Sihombing dan beberapa bulan kemudian memutuskan untuk berpindah ke Bali. Selama lebih dari sepuluh tahun, ia menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap industri hiburan. “Saya sekarang orang biasa saja di Bali, bukan sebagai artis atau selebritas. Hidup seperti biasa sebagai istri,” ungkapnya dalam sebuah wawancara pada akhir Maret 2026.
Di Bali, Feby menekankan bahwa ketenangan yang ia rasakan bukan semata‑mata karena lokasi geografis, melainkan berasal dari cara ia memaknai hidup. Ia menyebut bahwa kedamaian datang dari dalam diri, bukan dari lingkungan eksternal. “Kalau sekarang saya merasa lebih tenang, mungkin juga karena faktor usia. Jadi bukan soal di Bali atau Jakarta, tapi lebih ke bagaimana hati kita,” tuturnya.
Motivasi Kembali ke Dunia Hiburan
Meski menikmati kehidupan yang sederhana, panggilan hati untuk berkarya tetap menggelora. Pada awal 2026, produser film horor menghubungi Feby untuk peran utama dalam “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”. Film tersebut mengusung tema mistik dan gelap, menantang para penontonnya dengan alur penuh ketegangan.
Feby menjelaskan bahwa peran ini bukan sekadar kesempatan komersial, melainkan sebuah tantangan artistik yang sejalan dengan perubahan dirinya. “Saya ingin membuktikan bahwa saya masih mampu memberi warna baru dalam industri, sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman hidup saya selama ini menambah kedalaman karakter yang saya mainkan,” ujar Feby.
Proses Syuting dan Tantangan Peran
Syuting film “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” dilaksanakan di sejumlah lokasi terpencil di Jawa Barat, dengan nuansa alam yang mendukung atmosfer horor. Feby harus beradaptasi dengan jadwal yang intens, termasuk latihan fisik dan persiapan mental untuk menampilkan adegan-adegan menegangkan.
Menurut kru produksi, kehadiran Feby memberikan energi positif di set. “Meskipun sudah lama vakum, ia tetap profesional dan mudah berkolaborasi,” kata salah satu asisten sutradara. Selain itu, pengalaman hidup di Bali memberinya perspektif baru dalam mengolah emosi, sehingga penampilannya terasa autentik dan menawan.
Respon Publik dan Harapan Kedepan
Penggemar Feby menyambut hangat kabar comeback tersebut. Media sosial dipenuhi komentar yang menantikan penampilan aktingnya kembali, sekaligus memberikan dukungan moral. Di sisi lain, Feby tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier.
“Saya tidak ingin kembali ke pola hidup yang dulu terlalu melelahkan. Saya tetap ingin menjadi istri yang mendampingi suami, sekaligus berkarya dengan kualitas,” tegasnya. Ia berharap film ini dapat menjadi jembatan antara dunia pribadi yang tenang dan dunia profesional yang menantang.
Secara keseluruhan, kisah Feby Febiola mencerminkan transformasi seorang publik figur yang memilih menata hidupnya di luar sorotan, menemukan ketenangan, dan kemudian kembali ke panggung dengan semangat baru. Komitmennya untuk tetap menjaga nilai-nilai pribadi sambil mengekspresikan bakatnya menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang yang berada di persimpangan antara karier dan kehidupan pribadi.
