ESDM Percepat Waste to Energy, 34 Proyek Disiapkan hingga 2027

ESDM Percepat Waste to Energy, 34 Proyek Disiapkan hingga 2027
ESDM Percepat Waste to Energy, 34 Proyek Disiapkan hingga 2027

Keuangan.id – 16 April 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat implementasi teknologi waste‑to‑energy (WTE) untuk mengubah sampah menjadi energi listrik. Pemerintah menargetkan total 34 proyek WTE yang akan siap beroperasi pada akhir tahun 2027.

Strategi percepatan mencakup penyederhanaan perizinan, peningkatan dukungan pembiayaan, serta kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga keuangan internasional. ESDM menekankan pentingnya sinergi antara pengelolaan sampah kota dan penyediaan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Rencana pelaksanaan dibagi menjadi fase tahunan:

  • 2024: 8 proyek pilot di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Medan.
  • 2025: tambahan 10 proyek skala menengah di provinsi dengan volume sampah tinggi.
  • 2026: 9 proyek besar dengan kapasitas masing‑masing 15–30 MW.
  • 2027: 7 proyek lanjutan untuk mencapai total 34 proyek.

Setiap fasilitas WTE direncanakan memiliki kapasitas antara 5 MW hingga 30 MW, tergantung pada potensi sampah daerah. Energi yang dihasilkan akan disalurkan ke jaringan listrik PLN, sementara residu padatnya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku bahan bangunan atau bahan bakar alternatif.

Pendanaan sebagian besar berasal dari skema pembiayaan hijau, termasuk obligasi hijau (green bonds) dan fasilitas kredit yang disediakan oleh bank pembangunan. Pemerintah juga membuka peluang investasi melalui skema Build‑Operate‑Transfer (BOT) bagi pihak swasta.

Target utama program ini adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan pasokan listrik terbarukan. Jika seluruh 34 proyek beroperasi sesuai jadwal, diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari 600 MW listrik bersih serta mengurangi lebih dari 1,2 juta ton sampah per tahun.

Exit mobile version