Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Rabu setelah sempat menyentuh posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir. Hal ini dipicu oleh ekspektasi suku bunga yang tinggi. Penguatan dolar ini dapat berdampak pada perekonomian global, terutama pada negara-negara yang memiliki ketergantungan tinggi pada dolar. Pada perdagangan Rabu, dolar Amerika Serikat menguat sebesar 0,5% terhadap euro dan 0,3% terhadap yen Jepang. Suku bunga yang tinggi di Amerika Serikat membuat investasi di negara tersebut menjadi lebih menarik, sehingga meningkatkan permintaan akan dolar. Namun, penguatan dolar ini juga dapat berdampak negatif pada ekspor Amerika Serikat, karena membuat barang-barang Amerika menjadi lebih mahal di pasar internasional.
Ekspektasi Suku Bunga Tinggi Dorong Penguatan Dolar Amerika
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, dipengaruhi…

Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE)…

Keuangan.id – 15 Mei 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap…








