Keuangan.id – 08 April 2026 | Legenda Ghana, Michael Essien, kini menjabat sebagai asisten pelatih di klub Denmark, FC Nordsjaelland, sekaligus menjadi suara utama yang menyoroti peran akademi Right to Dream dalam menyiapkan talenta Afrika untuk panggung dunia. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Essien menamakan tiga pemain muda—Mohamed Kudus, Kamaldeen Sulemana, dan Caleb Yirenski—sebagai tulang punggung Ghana di Piala Dunia 2026.
Essien menyoroti tiga bintang Ghana
Menurut Essien, Mohamed Kudus adalah talenta terbesar yang pernah dimiliki Ghana. Kudus, yang kini berlabuh di Tottenham Hotspur, mencetak dua gol di Piala Dunia 2022 melawan Korea Selatan, menjadikannya pencetak gol terbanyak Ghana pada turnamen tersebut. “Dia bakat terbesar kami. Kami harus melindungi dan memberi dukungan penuh,” ujar Essien.
Kamaldeen Sulemana, penyerang sayap yang kini memperkuat Atalanta di Serie A, juga masuk dalam daftar Essien. “Dia penggiring bola yang cepat, kuat, dan memiliki kemampuan dribbling luar biasa. Ketika ia merasa bebas di lapangan, performa terbaiknya akan muncul,” kata Essien.
Caleb Yirenski, gelandang berusia 20 tahun yang masih bermain di FC Nordsjaelland, menambah dimensi kerja keras dan ketenangan pada skuad Ghana. “Gaya bermainnya unik, dan kadang ia mengingatkan saya pada diri saya ketika masih muda,” tambah Essien.
Jejak Right to Dream dan Nordsjaelland
Ketiga pemain tersebut berasal dari akademi Right to Dream yang berbasis di Accra. Akademi ini menjalin kerja sama strategis dengan FC Nordsjaelland sejak akuisisi klub pada tahun 2015. Hubungan tersebut menciptakan jalur pengembangan yang mulus: pemain muda berlatih di Ghana, kemudian pindah ke Nordsjaelland untuk menyesuaikan diri dengan standar Eropa, sebelum melanjutkan karier ke klub-klub besar.
Kudus meniti karier melalui Ajax Amsterdam, West Ham United, dan kini Tottenham Hotspur setelah menorehkan prestasi di Nordsjaelland. Sulemana mengukir namanya di Rennes dan Southampton sebelum bergabung dengan Atalanta. Sementara Yirenski masih mengasah kemampuan di Nordsjaelland di bawah bimbingan langsung Essien.
Essien menambahkan bahwa tidak hanya ketiga pemain tersebut, akademi Right to Dream juga melahirkan talenta lain seperti Ibrahim Osman dan Ernest Nuamah, yang diprediksi akan memperkuat skuad Ghana pada Piala Dunia 2026.
Ghana di Grup L Piala Dunia 2026
Ghana akan beradu di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama pada turnamen yang berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Setelah menutup Piala Dunia 2022 dengan penampilan gemilang, Harapan tinggi tertuju pada generasi baru yang dibentuk di Nordsjaelland. Essien menegaskan pentingnya mentalitas kebersamaan: “Kami harus melindungi pemain bintang, memberi mereka kepercayaan diri, dan mendukung mereka di setiap pertandingan.”
Pengaruh Nordsjaelland di Kancah Internasional Lain
Pengaruh FC Nordsjaelland tidak terbatas pada Ghana. Pada 2026, Benjamin Nygren, gelandang berusia 24 tahun asal Swedia, kembali dari jeda internasional dengan pengalaman membantu negaranya lolos ke Piala Dunia. Nygren, yang bergabung dengan Celtic pada 2025 setelah meniti karier di Nordsjaelland, menekankan paralel antara keberhasilan Swedia dan ambisi klubnya di liga domestik.
“Pengalaman kualifikasi World Cup memberi kami semangat juang yang sama seperti yang dibutuhkan Celtic untuk menutup jarak dengan pemimpin liga,” ujar Nygren dalam wawancara. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemain-pemain Afrika di Nordsjaelland membuka peluang lebih luas bagi talenta Eropa Utara untuk menembus kompetisi elit.
Essien: Mentor dan Simbol Kebangkitan
Selama kariernya, Essien mencatat 59 penampilan internasional bersama Ghana, berpartisipasi dalam Piala Dunia 2006 (Jerman) dan 2014 (Brasil). Peran barunya sebagai asisten pelatih di Nordsjaelland memungkinkan ia menggabungkan pengalaman bermainnya dengan visi pengembangan pemain muda. “Saya melihat diri saya muda dalam Yirenski. Memberi nasihat dan melihat mereka tumbuh adalah kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.
Dengan kombinasi pelatihan intensif di Right to Dream, eksposur kompetisi Eropa melalui Nordsjaelland, dan dukungan dari mantan bintang seperti Essien, Ghana menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi. Trio Kudus, Sulemana, dan Yirenski diharapkan menjadi katalisator utama, sementara aliran talenta baru terus mengalir dari akademi Ghana ke panggung internasional.
Jika semua elemen ini berfungsi selaras, Ghana dapat menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Afrika, menegaskan bahwa kolaborasi antara akademi Afrika dan klub Eropa seperti FC Nordsjaelland adalah model sukses yang dapat direplikasi di masa depan.











