Eksel Runtukahu dan Tim Geypens Gigit Peluang di Liga Malaysia; Mantan Bek Persija Diminta Kembali ke Penang FC

Eksel Runtukahu dan Tim Geypens Gigit Peluang di Liga Malaysia; Mantan Bek Persija Diminta Kembali ke Penang FC
Eksel Runtukahu dan Tim Geypens Gigit Peluang di Liga Malaysia; Mantan Bek Persija Diminta Kembali ke Penang FC

Keuangan.id – 12 April 2026 | Sejumlah pemain Indonesia kini menapaki babak baru dalam kariernya di Liga Malaysia, menambah warna kompetisi sepakbola di Semenanjung. Dua nama yang paling menonjol adalah eks‑penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, serta bek muda yang baru pulih dari masalah paspor, Tim Geypens. Kedua pemain tersebut tidak hanya membawa kualitas teknik, melainkan juga harapan bagi klub‑klub Malaysia yang tengah memperkuat skuad menjelang musim kompetisi utama.

Prestasi Eksel Runtukahu menjadi Magnet Perhatian

Eksel Runtukahu, penyerang berusia 27 tahun, kembali mencuri sorotan publik setelah mencetak dua gol penting dalam kemenangan Persija Jakarta 3‑0 atas Persebaya Surabaya pada pekan ke‑27 Liga 1 Indonesia. Gol‑golnya, satu lewat tendangan melengkung pada menit 54 dan satu lagi sontekan pada menit 76, menegaskan kualitas penyelesaian akhir yang dimilikinya. Penampilan gemilang tersebut memicu desakan dari suporter Macan Kemayoran agar ia dipertimbangkan masuk skuad Tim Nasional Indonesia, terutama menjelang Piala AFF 2026.

Kesuksesan Runtukahu di kompetisi domestik tak lepas dari konsistensinya sebagai starter. Ia bermain penuh 90 menit, mengendalikan lini serang, dan memberi kontribusi tak hanya lewat gol, tetapi juga assist serta tekanan defensif. Pelatih Timnas, John Herdman, diketahui menaruh mata pada pemain‑pemain yang berkompetisi di Super League Indonesia, menandakan peluang panggilan internasional terbuka lebar bagi Runtukahu.

Tim Geypens: Dari Masalah Paspor ke Penang FC

Bek kiri Tim Geypens mengalami lika‑liku yang tak terduga ketika status kewarganegaraannya menjadi sorotan di FC Emmen, Belanda. Setelah naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia pada Februari 2025, ia secara tak sengaja tetap terdaftar sebagai pemain Eropa, memicu larangan bermain selama empat laga. Dua minggu kemudian, klub berhasil mengurus izin kerja hingga 2031, memungkinkan Geypens kembali melangkah di lapangan.

Kebahagiaan Geypens berlanjut ketika Penang FC, klub Liga Malaysia yang tengah menargetkan posisi papan atas, mengumumkan niatnya merekrut bek berpengalaman tersebut. Pihak manajemen Penang FC menyebutkan bahwa kemampuan defensif Geypens, serta pengalamannya bermain di Eropa, menjadi aset berharga untuk menstabilkan pertahanan tim. Kontrak jangka pendek dengan opsi perpanjangan telah ditandatangani, menandai langkah pertama Geypens di Asia Tenggara.

Mantan Bek Persija Diminta Kembali ke Penang FC

Selain Geypens, Penang FC juga mengincar mantan bek Persija Jakarta yang pernah menjadi tulang punggung lini belakang Macan Kemayoran. Nama yang bersangkutan belum secara resmi diumumkan, namun sumber internal klub menegaskan bahwa bek tersebut diharapkan dapat menambah kedalaman skuad pada fase krusial kompetisi. Permintaan tersebut datang setelah penilaian teknis yang menyoroti ketangguhan fisik, kemampuan duel udara, serta kepemimpinan di ruang ganti.

Jika keputusan ini terwujud, Penang FC akan memiliki dua pemain Indonesia yang masing‑masing membawa pengalaman berbeda: satu yang baru saja menorehkan gol penting di Liga 1, dan satu lagi yang telah mengatasi hambatan administratif di Eropa. Kombinasi tersebut diharapkan meningkatkan performa tim, sekaligus menjadi daya tarik bagi para pecinta sepakbola Indonesia yang mengikuti perkembangan Liga Malaysia.

Implikasi bagi Tim Nasional dan Sepakbola Indonesia

Kedatangan Runtukahu dan Geypens ke Malaysia dapat menjadi sinyal positif bagi pengembangan pemain domestik. Kedua pemain akan berkompetisi di lingkungan yang menuntut kecepatan, taktik, serta adaptasi fisik tinggi, yang pada gilirannya dapat memperkaya pengalaman mereka ketika dipanggil ke Timnas. Selain itu, keberadaan mereka di luar negeri menambah eksposur pemain Indonesia di pasar Asia, membuka peluang transfer lebih lanjut ke liga‑liga lain.

Secara keseluruhan, langkah strategis Penang FC dalam menggaet pemain Indonesia mencerminkan tren global di mana klub‑klub Asia semakin menargetkan talenta dari negara‑negara berkembang. Bagi Runtukahu, Geypens, dan mantan bek Persija, tantangan berikutnya adalah membuktikan diri di panggung baru, sekaligus mengharumkan bendera Indonesia di kancah sepakbola regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *