Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Bank-bank di Indonesia tengah menghadapi tekanan pada Net Interest Income (NII) yang menurun akibat kondisi ekonomi makro. Di tengah tantangan tersebut, beberapa lembaga keuangan berhasil mempertahankan atau bahkan meningkatkan laba bersih mereka.
Efisiensi SDM sebagai Kunci Utama
Strategi utama yang diadopsi oleh Bank Mandiri dan BCA adalah mengefisienkan biaya sumber daya manusia (SDM). Langkah-langkah yang diambil mencakup restrukturisasi organisasi, optimalisasi proses digital, serta penyesuaian skema remunerasi yang lebih berorientasi pada kinerja.
Hasilnya, meski NII mengalami tekanan, kedua bank berhasil menjaga margin keuntungan dan mencatatkan pertumbuhan laba yang konsisten selama kuartal terakhir.
Bank Lain Mengambil Jalur Berbeda
Berbeda dengan Mandiri dan BCA, beberapa bank lain memilih pendekatan yang lebih fokus pada diversifikasi pendapatan, seperti meningkatkan pendapatan non‑bunga atau memperluas layanan ke segmen ritel. Namun, tanpa penekanan kuat pada efisiensi biaya SDM, mereka menghadapi tantangan dalam menstabilkan laba.
| Bank | Laba Bersih (Rp Miliar) | Kondisi NII |
|---|---|---|
| Mandiri | ~12.000 | Tertekan namun stabil |
| BCA | ~9.500 | Tertekan namun stabil |
| Bank X | ~5.200 | Menurun signifikan |
Data di atas menggambarkan bahwa efisiensi biaya SDM memberikan ruang gerak bagi bank untuk menahan dampak negatif penurunan NII, sementara bank yang belum mengoptimalkan faktor ini cenderung mengalami penurunan laba yang lebih tajam.
Ke depan, diperkirakan lebih banyak bank akan memperkuat program digitalisasi dan penataan tenaga kerja sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan profitabilitas dalam lingkungan ekonomi yang tidak menentu.











