Keuangan.id – 01 Mei 2026 | SILO mencatat laba bersih naik 14,8% pada kuartal pertama 2026, didorong oleh perbaikan Efisiensi Operasional yang signifikan. Peningkatan ini terjadi meski jumlah pasien hanya tumbuh marginal.
Manajemen mengungkapkan bahwa restrukturisasi proses klinis dan digitalisasi layanan telah menurunkan biaya operasional sekitar 5%, sekaligus meningkatkan margin laba kotor menjadi 28,5% dibandingkan 26,7% pada Q1 2025.
Perbandingan Kinerja Kuartal
| Indikator | Q1 2025 | Q1 2026 |
|---|---|---|
| Laba Bersih (juta) | 1.200 | 1.382 |
| Margin Laba Kotor (%) | 26,7 | 28,5 |
| Jumlah Pasien (ribu) | 350 | 355 |
Para analis memperkirakan bahwa dengan mempertahankan tingkat Efisiensi Operasional yang sama, SILO dapat menargetkan pertumbuhan laba bersih tahunan di atas 12%.
Konsensus Target Analisis
- Target EPS Q2 2026: Rp1.450 per saham.
- Target margin laba bersih tahunan: minimal 30%.
- Rekomendasi: beli dengan catatan pemantauan biaya operasional.
Investor diharapkan memperhatikan laporan keuangan selanjutnya untuk mengonfirmasi keberlanjutan strategi efisiensi dan dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan.
