Keuangan.id – 24 April 2026 | Konferensi bisnis B57+ yang mempertemukan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kembali menjadi sorotan setelah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurut Kadin, forum ini dapat mengakselerasi pertumbuhan industri halal serta keuangan syariah Indonesia, yang diproyeksikan mencapai nilai USD 8 triliun dalam beberapa tahun mendatang.
B57+ sebagai Platform Penggerak Ekonomi Islam
Forum B57+ berfungsi sebagai arena kolaborasi bagi negara-negara Islam dalam mengembangkan standar, regulasi, dan jaringan bisnis yang mendukung produk dan layanan halal. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, berpotensi menjadi pusat hub global bagi rantai pasok halal, mulai dari produksi bahan baku hingga distribusi akhir.
Potensi Pasar USD 8 Triliun
Kadin menyoroti bahwa nilai ekonomi industri halal dan keuangan syariah secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai USD 8 triliun pada tahun 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang sesuai syariah, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam memfasilitasi investasi.
| Sektor | Estimasi Nilai (USD Triliun) |
|---|---|
| Produk Makanan & Minuman Halal | 5,0 |
| Kosmetik & Perawatan Halal | 1,0 |
| Keuangan Syariah | 1,5 |
| Produk Lainnya (Pariwisata, Logistik) | 0,5 |
Dengan proyeksi tersebut, Indonesia diharapkan dapat menarik investasi asing langsung (FDI) yang signifikan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor produk halal.
Tantangan dan Langkah Strategis
- Standarisasi sertifikasi halal yang konsisten di tingkat internasional.
- Peningkatan kapasitas produksi melalui teknologi ramah syariah.
- Pengembangan infrastruktur logistik khusus untuk rantai pasok halal.
- Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam bidang keuangan syariah.
Kadin mengajak seluruh pelaku usaha, baik besar maupun UMKM, untuk memanfaatkan momentum B57+ dalam memperluas jaringan pasar dan meningkatkan kompetensi produk. Diharapkan, kolaborasi lintas negara ini akan menjadikan Indonesia sebagai “gateway” utama bagi ekonomi halal global.











