Keuangan.id – 10 April 2026 | Keputusan Iran untuk menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz menimbulkan efek berantai yang mengancam sektor pariwisata Dubai sekaligus memaksa kapal-kapal dari Oman mencari jalur baru. Langkah tersebut diambil oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyusul ancaman ranjau laut yang diperkirakan tersebar di jalur utama selat strategis tersebut.
Rute Alternatif Iran: Apa yang Berubah?
IRGC mengumumkan bahwa semua kapal yang melintasi Selat Hormuz wajib mengikuti rute alternatif “hingga pemberitahuan lebih lanjut”. Untuk kapal yang masuk, arahannya adalah berlayar ke utara dari Teluk Oman, melewati Pulau Larak, kemudian menuju Teluk. Sebaliknya, kapal yang keluar diminta melewati selatan Pulau Larak sebelum kembali ke Teluk Oman. Penyesuaian ini bertujuan menghindari potensi ranjau laut dan meminimalisir risiko konfrontasi militer di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dampak terhadap Pariwisata Dubai
Dubai, yang selama ini menjadi magnet wisata internasional, kini menghadapi penurunan kunjungan. Sebagian besar turis asal Eropa, Amerika, dan Asia memilih rute perjalanan yang melibatkan pelayaran lewat Teluk Persia. Dengan rute utama yang kini dianggap berbahaya, maskapai penerbangan dan operator tur menurunkan frekuensi penerbangan serta menunda paket wisata yang melibatkan pelayaran di perairan tersebut.
Hotel-hotel bintang lima melaporkan tingkat hunian turun sekitar 12 persen dalam dua minggu terakhir, sementara restoran dan tempat hiburan mengalami penurunan pendapatan serupa. Pemerintah Dubai telah mengeluarkan pernyataan bahwa keamanan wisatawan tetap menjadi prioritas, namun belum ada langkah konkrit untuk menggantikan jalur pelayaran yang terganggu.
Kapal Oman: Mencari Jalan Keluar
Kapal-kapal komersial yang berlabuh di pelabuhan Oman, terutama yang beroperasi antara Muscat dan Dubai, kini harus menyesuaikan jadwal dan rute. Menurut pernyataan resmi Otoritas Maritim Oman, kapal-kapal akan mengikuti rute alternatif yang disarankan Iran, meski hal ini menambah waktu tempuh hingga tiga jam dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Pengusaha logistik menilai biaya operasional akan naik sekitar 8-10 persen, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan harga barang impor di wilayah Teluk. Beberapa perusahaan telah mengajukan permohonan untuk menggunakan jalur darat melalui Arab Saudi sebagai alternatif, namun proses perizinan masih dalam tahap negosiasi.
Reaksi Internasional dan Upaya Diplomasi
Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menyatakan keprihatinan atas keputusan Iran. Sementara itu, Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan antara delegasi AS dan Iran di Islamabad, dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen. Jika berhasil, stabilitas di Selat Hormuz dapat pulih lebih cepat, memberi ruang bagi pemulihan sektor pariwisata dan transportasi maritim.
Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga menekankan pentingnya koordinasi lintas negara untuk memastikan keamanan pelayaran. Sebagai langkah mitigasi, IMO menyarankan penggunaan sistem pemantauan sonar dan penyebaran tim dekonstruksi ranjau yang dipimpin oleh negara-negara netral.
Langkah Pemerintah Dubai dan Oman
Dubai telah mengumumkan paket insentif bagi operator tur yang beralih ke jalur darat atau udara, termasuk potongan pajak dan promosi pemasaran global. Di sisi lain, Oman mengintensifkan kerja sama dengan Iran untuk memastikan navigasi yang aman di rute alternatif, sambil mempercepat pembangunan pelabuhan baru di wilayah selatan yang dapat menampung kapal lebih besar.
Para analis menilai bahwa meskipun situasi masih belum stabil, langkah-langkah diplomatik dan penyesuaian operasional dapat menurunkan dampak jangka panjang. Namun, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan wisatawan dan pelaku bisnis.
Secara keseluruhan, penetapan rute alternatif di Selat Hormuz menimbulkan tantangan signifikan bagi pariwisata Dubai dan perdagangan maritim Oman. Upaya bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan dan mengembalikan alur ekonomi yang terganggu.











