Keuangan.id – 03 April 2026 | PT Duta Sejahtera Sejahtera (DSSA) mengumumkan langkah strategis baru dengan memperkuat bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT) serta layanan digital. Langkah tersebut sekaligus diiringi rencana stock split dengan rasio 1:25, yang dipandang dapat meningkatkan likuiditas saham di tengah arus masuk dana asing dan volatilitas pasar.
Berikut rangkaian inisiatif utama DSSA:
- Ekspansi EBT: DSSA menambah kapasitas pembangkit tenaga surya dan menginvestasikan dana signifikan untuk proyek-proyek energi terbarukan, menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dekarbonisasi.
- Transformasi Digital: Perusahaan meluncurkan platform digital untuk layanan keuangan dan operasional, mempercepat adopsi teknologi fintech serta meningkatkan pengalaman nasabah.
- Stock Split 1:25: Setiap 25 lembar saham lama akan diubah menjadi 1 lembar saham baru, dengan tujuan menurunkan harga per lembar dan menarik lebih banyak investor ritel.
Rencana stock split ini muncul pada periode di mana aliran dana asing ke pasar modal Indonesia meningkat, khususnya pada sektor energi dan teknologi. Analisis pasar memperkirakan bahwa penurunan harga saham pasca‑split dapat memicu kenaikan permintaan, terutama dari investor institusi yang mengutamakan likuiditas tinggi.
Berikut ringkasan dampak yang diharapkan:
| Aspek | Potensi Dampak |
|---|---|
| Likuiditas Saham | Meningkat karena harga per lembar menjadi lebih terjangkau. |
| Minat Investor Ritel | Berpotensi naik karena akses yang lebih mudah. |
| Valuasi Perusahaan | Stabil atau naik jika volume perdagangan meningkat. |
| Eksposur EBT & Digital | Menambah daya tarik bagi investor yang fokus pada ESG dan teknologi. |
Para analis menilai bahwa kombinasi ekspansi EBT, digitalisasi, dan stock split dapat memperkuat posisi DSSA di pasar modal. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi tergantung pada eksekusi proyek energi terbarukan dan adopsi platform digital secara luas.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan regulasi energi terbarukan, tren aliran dana asing, serta laporan keuangan berikutnya untuk menilai apakah strategi DSSA dapat menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.
