Keuangan.id – 05 April 2026 | Duta Sarana Sejahtera (DSSA) mengumumkan rencana ambisius untuk memperluas portofolio energi terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat infrastruktur digitalnya. Fokus utama perusahaan pada tahun mendatang adalah meningkatkan kapasitas pembangkit panas bumi hingga 440 megawatt (MW) serta mengembangkan pusat data (data center) berkelas internasional.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 23% pada 2025. Dengan menambah kapasitas panas bumi, DSSA berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekaligus menyediakan pasokan listrik yang stabil bagi sektor industri dan rumah tangga.
Berikut adalah rangkaian inisiatif utama yang akan dilaksanakan DSSA:
- Pengembangan tiga proyek panas bumi baru di wilayah Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Sulawesi Utara dengan total kapasitas 440 MW.
- Investasi sebesar Rp 3,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur digital, termasuk data center berkapasitas 50 MW.
- Peningkatan jaringan transmisi listrik untuk menghubungkan pembangkit panas bumi dengan konsumen utama.
- Kolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk mengimplementasikan sistem manajemen energi berbasis AI.
- Penerapan standar keberlanjutan ISO 50001 dalam semua proyek baru.
Target kapasitas panas bumi dan data center direncanakan tercapai pada akhir 2028. Jadwal rinci dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Kapasitas Panas Bumi (MW) | Kapasitas Data Center (MW) |
|---|---|---|
| 2024 | 120 | 10 |
| 2025 | 220 | 20 |
| 2026 | 300 | 30 |
| 2027 | 380 | 40 |
| 2028 | 440 | 50 |
Dengan mengintegrasikan energi terbarukan dan solusi digital, DSSA berharap dapat meningkatkan daya saing perusahaan serta mendukung agenda transisi energi nasional. Pihak manajemen menilai bahwa sinergi antara pembangkit panas bumi dan data center akan menciptakan model bisnis baru yang ramah lingkungan dan menguntungkan bagi pemangku kepentingan.











