Keuangan.id – 06 April 2026 | Buñol menjadi saksi sebuah duel emosional pada Minggu, 5 April 2026, ketika Levante UD Femenino menjamu Athletic Club Femenino dalam rangka Liga F Moeve. Kedua tim masuk ke pertandingan dengan tekanan berat: Levante berada di zona degradasi dengan selisih tiga poin dari keselamatan, sementara Athletic menempati posisi novena, berjuang mengembalikan kepercayaan setelah dua kekalahan beruntun.
Levante datang dengan catatan enam kekalahan beruntun dan hanya satu gol yang tercipta selama periode tersebut. Cedera menggerogoti skuad, termasuk Paulina Ali, Núria Escoms, Érika González yang mengalami robekan ligamen krusiat, Naolia Traoré, dan Zipporah Agama. Pelatih Andrés París mengandalkan mentalitas “berjuang sampai akhir” untuk mengatasi krisis.
Di sisi lain, Athletic Club juga tidak berada dalam kondisi optimal. Pelatih Javi Lerga menerima sanksi suspensi setelah insiden melawan Atlético de Madrid, memaksa tim beroperasi tanpa kehadiran beliau di bangku cadangan. Pemain kunci seperti Bibiane Schulze, Estefa, dan Patricia Zugasti absen, memaksa pelatih asisten mengambil alih taktik. Meskipun demikian, identitas kolektif tim tetap menjadi landasan utama.
Formasi dan Susunan Pemain
- Levante UD: Goalkeeper Coronado; bek: Alharilla (68′), Le Guilly; bek tengah: Eva Alonso, Teresa, Alma (73′); gelandang: Gabaldón, Soliveres (76′), Marina (63′), Estévez, Vargas; penyerang: Ana Franco (76′).
- Athletic Club: Goalkeeper Nanclares; bek: Elexpuru, Landaluze (60′ Gurtubay), Oguiza; gelandang: Valero, Ortega (78′ Vilarrío), Pinedo (88′ Zubieta), Nevado, Amezaga (60′ Agote); penyerang: Azkona (78′ Campos).
Pertandingan dimulai dengan dominasi tengah lapangan Athletic. Kombinasi cepat di sisi kanan melibatkan Elexpuru, Sara Ortega, dan Clara Pinedo menghasilkan peluang berbahaya pada menit ke-30, namun tendangan ke arah gawang Levante tidak berhasil.
Levante berusaha menahan serangan, mengandalkan pertahanan rapat dan beberapa serangan balik. Pada menit ke-68, Alharilla menambah tekanan, tetapi tembakan ke arah gawang ditangkis oleh kiper Athletic Nanclares.
Detik-detik akhir menjadi titik balik. Pada menit ke-92, setelah serangkaian serangan bertubi-tubi, Athletic berhasil memecah kebuntuan. Bola mengalir dari sisi kanan melalui Elexpuru ke Sara Ortega, kemudian diteruskan ke Clara Pinedo yang mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Di sana, Ane Campos, yang sebelumnya belum mencatatkan gol, menanduk bola dengan tepat, menembus garis gawang Levante dan mengantarkan timnya ke puncak skor 1-0.
Gol tersebut tidak hanya memberi tiga poin penting, tetapi juga menegaskan ketangguhan mental Athletic di tengah situasi sulit. Kiper Levante Coronado melakukan penyelamatan krusial beberapa menit sebelum akhir, namun tidak mampu menghalau serangan terakhir.
Statistik dan Insiden
- Penonton: 500 orang di Ciudad Deportiva Buñol.
- Wasit: Eugenia Gil Soriano (Komite Gallego).
- Kartu kuning: Inés (Levante) dan Landaluze (Athletic).
- Ganti pemain: Levante – Alharilla (68′), Alma (73′), Soliveres (76′), Ana Franco (76′); Athletic – Gurtubay (60′), Vilarrío (78′), Zubieta (88′), Agote (60′), Campos (78′).
Hasil 1-0 ini menempatkan Athletic Club pada poin ke-32, masih berada di posisi novena, namun memberikan momentum untuk memperbaiki performa sebelum jeda liga. Bagi Levante, kekalahan menambah beban poin, menurunkan mereka ke posisi terendah dengan selisih tiga poin dari zona aman, memperparah krisis yang telah berlangsung selama enam pekan.
Analisis selanjutnya menyoroti pentingnya pemulihan cedera bagi Levante agar dapat menambah kedalaman skuad. Di sisi lain, Athletic harus mengatasi absennya pelatih utama dan memanfaatkan kedalaman pemain muda untuk menjaga konsistensi taktik.
Dengan jeda liga yang semakin dekat, kedua tim memiliki waktu terbatas untuk memperbaiki formasi dan strategi. Levante harus mencari cara memecah kebuntuan gol, sedangkan Athletic berupaya mempertahankan semangat kolektif yang terbukti mampu menghasilkan gol penentu pada menit-menit akhir.
Keberhasilan Ane Campos mencetak gol pada menit ke-92 menjadi sorotan utama, menandai kontribusi pentingnya dalam menutup fase sulit bagi Athletic. Jika tim dapat memanfaatkan energi positif ini, peluang untuk menambah poin di pertandingan-pertandingan berikutnya akan meningkat.











