Drama Paspor Pemain Timnas Indonesia Pecah di Eredivisie: NAC Breda Gugat, Van Hooijdonk Bersuara

Drama Paspor Pemain Timnas Indonesia Pecah di Eredivisie: NAC Breda Gugat, Van Hooijdonk Bersuara
Drama Paspor Pemain Timnas Indonesia Pecah di Eredivisie: NAC Breda Gugat, Van Hooijdonk Bersuara

Keuangan.id – 22 April 2026 | Polemik paspor pemain Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan utama kompetisi Liga Belanda setelah pertandingan antara NAC Breda dan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 berujung kontroversi. Kegagalan Dean James, bek kiri alami yang baru dinaturalisasi menjadi warga Indonesia, untuk memenuhi persyaratan izin kerja memicu serangkaian protes, banding, dan komentar tajam dari mantan legenda Belanda, Pierre van Hooijdonk.

Latar Belakang Kontroversi

Pada laga Eredivisie tersebut, Go Ahead Eagles menorehkan kemenangan 6-0 atas NAC Breda. Namun, setelah pertandingan selesai, pihak klub Eredivisie menemukan bahwa Dean James tidak memiliki izin kerja yang sah pada saat ia menjejakkan kaki di lapangan. James, yang sebelumnya bermain untuk Timnas Indonesia dan baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia, dinyatakan tidak memiliki status residensi yang memenuhi regulasi KNKN (Konfederasi Sepak Bola Belanda).

Kasus serupa juga muncul pada pemain lain seperti Nathan Tjoe‑A‑On, Justin Hubner, serta sekelompok pemain yang disebut “Tim Geypens” yang juga berasal dari diaspora Indonesia. Semua kasus ini menyoroti celah administratif yang tampaknya belum ditangani secara menyeluruh oleh klub‑klub Belanda.

Langkah NAC Breda dan Tanggapan KNVB

Merasa dirugikan, NAC Breda mengajukan banding resmi kepada KNVB (Konfederasi Sepak Bola Belanda) dengan harapan pertandingan dapat diulang. Pada awalnya, jaksa sepak bola profesional memberikan pertimbangan hukum yang menguatkan posisi NAC, namun pada akhirnya otoritas menolak permintaan tersebut dengan alasan tidak ada dasar untuk mengubah hasil pertandingan.

Keputusan ini memicu kemarahan klub‑klub lain di Eredivisie. Pada pertemuan digital antar klub yang diadakan beberapa minggu setelah kontroversi, Direktur NAC Breda, Remco Oversier, menjadi sasaran kritik keras. Beberapa perwakilan klub menggambarkan suasana pertemuan sebagai “lapangan desa tempat Oversier dilempari tomat busuk”.

Suara Pierre van Hooijdonk

Legenda Belanda, Pierre van Hooijdonk, yang kini berperan sebagai pengamat sepak bola, menyatakan ketidakadilan atas perlakuan yang ditujukan kepada NAC Breda. Menurutnya, “Jika saya berada di peringkat ketujuh belas dengan selisih poin seperti ini, saya juga akan melakukan hal yang sama”. Van Hooiddonk mencontohkan insiden tahun 2007 ketika PSV menurunkan pemain yang sedang diskors dan kemudian tersingkir dari Piala Belanda.

Ia menambahkan, “Masalah ini sebenarnya sudah diketahui setahun yang lalu. Semua orang telah lalai, kecuali Ajax yang melakukan pemeriksaan administratif secara menyeluruh sebelum merekrut Maarten Paes.”

Perbedaan Penanganan Antara Klub

Sementara tim lain seperti Ajax berhasil menghindari masalah administratif, NAC Breda dan tim-tim lain yang mengandalkan pemain naturalisasi tampak terjebak dalam kerumitan regulasi kerja bagi non‑EU. Ajax mengklaim bahwa mereka melakukan verifikasi dokumen secara proaktif, sehingga transfer Maarten Paes tidak mengalami hambatan.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan peraturan oleh KNVB dan menyoroti perlunya standar yang lebih jelas bagi pemain naturalisasi, khususnya mereka yang berasal dari negara berkembang seperti Indonesia.

Implikasi Bagi Timnas Indonesia

Polemik paspor ini tidak hanya memengaruhi klub, tetapi juga berdampak pada performa Timnas Indonesia. Beberapa pemain kunci yang bermain di Eredivisie, termasuk Dean James, kini harus berurusan dengan masalah izin kerja yang mengganggu konsistensi penampilan mereka di level klub. Dampaknya, pelatih Timnas harus menyesuaikan formasi dan strategi, mengingat ketidakpastian keberadaan pemain-pemain tersebut.

Selain itu, ketidakpastian administratif ini dapat mengurangi minat klub Eropa lain untuk merekrut pemain Indonesia di masa depan, karena risiko legal yang dianggap tinggi.

Prospek Kedepan

KNVB dijadwalkan akan meninjau kembali kebijakan terkait pemain naturalisasi dalam rapat dewan tahunan. Sementara itu, NAC Breda berjanji akan terus mengajukan banding bila ada bukti baru yang mendukung permohonan mereka. Di sisi lain, pemain dan agen mereka diharapkan lebih proaktif dalam mengurus dokumen izin kerja agar tidak terjerat lagi dalam kasus serupa.

Jika regulasi tidak diselaraskan, kemungkinan akan muncul lebih banyak sengketa serupa, tidak hanya melibatkan pemain Indonesia, tetapi juga pemain-pemain lain yang memperoleh kewarganegaraan baru di Eropa.

Dengan tekanan publik, media, dan suara veteran seperti Van Hooijdonk, diharapkan KNVB dapat menemukan solusi yang adil, transparan, dan konsisten demi menjaga integritas kompetisi serta mendukung perkembangan pemain Indonesia di kancah Eropa.

Exit mobile version