Keuangan.id – 12 April 2026 | Pertarungan antara UD Almería dan CD Leganés pada pekan ke-35 LaLiga Hypermotion menjadi sorotan utama karena keduanya berada di posisi krusial klasemen. Almería, yang menempati posisi dua dengan 61 poin, berupaya menutup jarak satu poin dari pemimpin Racing Santander, sementara Leganés berjuang keras mengamankan poin penting untuk menghindari zona degradasi.
Jadwal pertandingan dijadwalkan pada hari Minggu, 12 April 2026, dengan kickoff pukul 21.00 WIB di Stadion Campos de Sport, El Sardinero. Meskipun fokus utama media menyoroti duel Racing‑Almería, pertemuan Almería‑Leganés beberapa pekan sebelumnya memberikan gambaran tentang kondisi tim almeriense menjelang laga penentu ini.
Statistik Kedua Tim Menjelang Pertemuan
| Tim | Posisi | Poin | Menang | Seri | Kalah | Gol (+/-) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| UD Almería | 2 | 61 | 18 | 7 | 9 | +19 (66‑47) |
| CD Leganés | 13 | 38 | 10 | 8 | 16 | -12 (45‑57) |
Statistik di atas mencerminkan perbedaan performa antara dua klub. Almería menunjukkan serangan tajam dengan 66 gol, sementara pertahanan mereka kebobolan 47 gol. Leganés, di sisi lain, masih berjuang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan, tercatat mencetak 45 gol namun kebobolan 57.
Pemain Kunci dan Absensi
Pada pertemuan terakhir melawan Leganés, Almería mencatat beberapa insiden penting. Pemain sayap kiri Leo Baptistão menerima kartu kuning kelima, sehingga harus menjalani skorsing satu pertandingan berikutnya. Selain itu, gelandang bertahan Gui Guedes masih dirawat karena cedera yang dialami beberapa minggu lalu dan dipastikan tidak akan bermain melawan Racing, meskipun tidak mempengaruhi laga melawan Leganés.
Di lini depan, Sergio Arribas tetap menjadi andalan. Dengan 21 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak LaLiga Hypermotion dan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Leganés. Sementara itu, Arnau Puigmal dan Adrián Embarba bersaing untuk posisi starter di sayap kanan, mengingat kebutuhan taktis tim untuk memperkuat serangan cepat.
Untuk Leganés, pencetak gol terbanyak mereka adalah José Luis Gómez dengan 12 gol, namun produktivitasnya belum cukup untuk mengangkat tim ke zona aman. Pertahanan Leganés dipimpin oleh kapten mereka, Miguel Ángel Rodríguez, yang harus menghadapi serangan cepat Almería.
Strategi Taktik yang Diprediksi
- Almería: Pelatih Joan Francesc Ferrer Sicilia ‘Rubi’ kemungkinan akan menurunkan formasi 4‑2‑3‑1, menitikberatkan pada kecepatan sayap dan pergerakan pemain kreatif di lini tengah untuk menembus pertahanan Leganés yang rapuh.
- Leganés: Pelatih mereka diperkirakan akan mengandalkan formasi 4‑4‑2 defensif, dengan fokus pada penahanan bola dan serangan balik cepat ketika Almería menekan tinggi.
Implikasi Hasil Terhadap Klasemen
Jika Almería berhasil meraih kemenangan, mereka dapat menyamakan poin dengan Racing dan menyalip pemimpin jika Racing gagal menambah poin di laga mereka melawan Racing. Sebaliknya, kekalahan atau hasil imbang dapat memperlebar jarak, memberi Racing peluang lebih besar mengamankan gelar juara.
Leganés, meski berada jauh dari zona kepemimpinan, tetap memerlukan tiga poin untuk mengurangi risiko terdegradasi. Kemenangan atas Almería dapat menjadi loncatan moral bagi mereka, sekaligus menambah tekanan pada tim-tim di zona tengah yang bersaing untuk tempat aman.
Dengan atmosfer kompetitif yang kental, pertandingan ini diprediksi akan menyajikan aksi cepat, peluang besar, serta drama kartu kuning yang dapat mempengaruhi susunan pemain di laga berikutnya. Kedua tim memiliki motivasi kuat: Almería ingin mengukir sejarah dengan menambah poin penting, sedangkan Leganés berjuang keras untuk tetap bertahan di LaLiga Hypermotion.
Secara keseluruhan, pertemuan Almería versus Leganés tidak hanya sekadar satu laga biasa, melainkan menjadi titik tolak penting bagi kedua klub dalam mengejar target masing‑masing. Penggemar sepak bola di seluruh Spanyol dan pengamat internasional akan menantikan aksi yang menjanjikan, mengingat besarnya taruhannya di papan klasemen.











