Keuangan.id – 24 April 2026 | Thomas & Uber Cup 2026 akan digelar di Horsens, Denmark, menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan tim beregu terkuat Asia. Di tengah sorotan internasional, Skuad Badminton Malaysia menyiapkan strategi baru setelah mengakhiri drama internal yang melibatkan Lee Zii Jia. Kepala tim menegaskan bahwa fokus kini dialihkan kepada pasangan ganda putri Pearly Tan‑Kheng Hoon dan Thinaah Muralitharan, yang diharapkan menjadi kunci kemenangan Malaysia di kedua turnamen.
Susunan Tim Malaysia dan Perubahan Strategis
Setelah performa menurun pada turnamen‑turnamen sebelumnya, federasi Malaysia melakukan penyesuaian skuad. Lee Zii Jia, pemain tunggal putra yang sempat menimbulkan perdebatan publik akibat keputusan mundur dari beberapa laga, kini resmi tidak masuk dalam daftar final. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga keharmonisan tim dan memberi ruang bagi pemain muda seperti Ng Tze‑Yan dan Leong Jun Wei yang siap mengisi slot tunggal.
Sementara itu, ganda putra tetap diisi oleh pasangan berpengalaman: Aaron Chia/Kian Lee Ng serta Low Guan Yu/Tan Kian Meng. Kedua pasangan ini memiliki catatan konsistensi di level BWF World Tour dan diharapkan dapat menambah poin tim pada fase grup.
Pada sektor ganda putri, pelatih utama menaruh harapan besar pada duo Pearly Tan‑Kheng Hoon/Thinaah Muralitharan. Kedua atlet ini menunjukkan chemistry yang solid sejak debut mereka di senior circuit, meraih gelar di beberapa turnamen tingkat International Challenge. Dengan kombinasi kecepatan, kontrol raket, dan taktik yang matang, pasangan ini diprediksi mampu mengalahkan lawan-lawan kuat seperti Jepang dan Korea Selatan.
Jadwal dan Grup Malaysia di Piala Thomas‑Uber 2026
Penarikan undian menempatkan tim Malaysia pada Grup D di Piala Thomas, bersaing dengan Thailand, Perancis, dan Aljazair. Di grup ini, setiap pertemuan menjadi krusial, mengingat Thailand dan Perancis berada di peringkat atas dunia. Malaysia dijadwalkan membuka laga pada hari pertama, 24 April 2026, melawan Aljazair. Pertandingan tersebut dipandang sebagai peluang untuk menguji formasi baru dan memberikan jam terbang kepada pemain debut.
Di Piala Uber, Malaysia masuk ke Grup B bersama Taiwan, Kanada, dan Australia. Fokus utama pada pertandingan ganda putri menuntut Pearly/Thinaah untuk menampilkan permainan agresif sejak servis pertama. Jika berhasil menaklukkan Taiwan—yang memiliki duo ganda putri berpengalaman—Malaysia dapat mengamankan posisi aman menuju fase knockout.
Konsep “Drama” Lee Zii Jia dan Dampaknya
Kontroversi seputar Lee Zii Jia muncul setelah ia menolak mengikuti sesi latihan intensif yang dijadwalkan menjelang turnamen. Media sosial dipenuhi spekulasi mengenai kondisi fisik dan mental sang atlet. Keputusan federasi untuk menyingkirkan Lee dari daftar akhir menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar, namun secara internal dianggap langkah tepat untuk memulihkan semangat tim.
Pelatih kepala, Rosman Razak, menjelaskan, “Kami menghargai kontribusi Lee selama ini, namun keutuhan tim adalah prioritas. Fokus kami kini pada pemain yang siap secara fisik dan mental, termasuk Pearly/Thinaah yang telah menunjukkan kesiapan kompetitif.”
Harapan Malaysia Menggandeng Sejarah
Sejarah Thomas & Uber Cup menunjukkan dominasi negara seperti China dan Indonesia, yang masing‑masing pernah mengawinkan gelar juara. Malaysia, meski belum pernah menorehkan prestasi serupa, berambisi mengubah narasi tersebut. Dengan menempatkan ganda putri sebagai senjata utama, tim berharap dapat menambah poin penting pada fase grup, sekaligus menantang kekuatan tradisional.
Jika Pearly Tan‑Kheng Hoon dan Thinaah Muralitharan berhasil menembus babak semifinal, mereka tidak hanya akan mengukir sejarah pribadi, tetapi juga membuka peluang bagi Malaysia untuk pertama kalinya mengincar gelar bersama di ajang beregu paling prestisius dunia.
Secara keseluruhan, Skuad Badminton Malaysia menatap Thomas & Uber Cup 2026 dengan strategi yang lebih terfokus dan tanpa beban drama internal. Keputusan untuk mengesampingkan Lee Zii Jia dan menaruh kepercayaan pada pasangan ganda putri Pearly/Thinaah mencerminkan upaya federasi untuk memperkuat kohesi tim dan memaksimalkan potensi poin di setiap rubrik pertandingan. Dengan persiapan intensif di Horsens, harapan besar menanti para pemain untuk menulis babak baru dalam sejarah bulu tangkis Malaysia.











