Keuangan.id – 18 April 2026 | Piala AFF U-17 2026 semakin memanas pada hari ketiga fase grup. Pertandingan yang digelar secara serentak di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, dan Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, menyuguhkan kejutan besar bagi para penggemar sepak bola Asia Tenggara. Laos mengalahkan Thailand dengan skor 3-2, sementara Filipina menumbangkan Myanmar 1-0. Kedua hasil ini mengubah susunan klasemen Grup B secara dramatis, menjadikan Laos juara grup dan Myanmar terpaksa mengandalkan posisi runner‑up terbaik.
Kejutan Besar di Grup B
Thailand, yang masuk sebagai tim unggulan, memulai pertandingan melawan Laos dengan mendominasi fase pertama dan mencetak dua gol. Namun, Young Elephants menunjukkan ketangguhan mental dengan menyamakan kedudukan dua kali, dan pada menit-menit akhir berhasil membalikkan skor menjadi 3-2. Kemenangan ini tidak hanya mengantar Laos ke posisi pertama grup, tetapi juga menandai kegagalan Thailand melaju ke semifinal.
Di laga lain, Myanmar tampak berada di jalur aman setelah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan pertama. Namun, Filipina yang sebelumnya sudah tereliminasi berhasil menahan tekanan dan mencetak satu gol penting di akhir laga, menutup skor 1-0. Meski tetap berada di posisi runner‑up dengan empat poin, Myanmar kalah selisih gol dengan Singapura, sehingga peluang mereka untuk melaju sebagai runner‑up terbaik menjadi tipis.
Posisi Indonesia di Grup A
Grup A masih terbuka lebar bagi Timnas Indonesia U‑17. Setelah mengalami kekalahan tipis 1-0 dari Malaysia pada matchday kedua, Garuda Muda kini harus mengumpulkan tiga poin penuh melawan Vietnam pada Minggu, 19 April 2026, pukul 19.30 WIB. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, dan disiarkan secara live melalui kanal televisi Indosiar serta platform streaming Vidio.
Jika Indonesia menang dan Malaysia tidak mengalahkan Timor Leste, peluang Indonesia untuk melaju sebagai runner‑up terbaik meningkat signifikan. Namun, skenario tiga tim dengan enam poin di Grup A tetap memungkinkan persaingan ketat, sehingga hasil akhir akan sangat bergantung pada selisih gol.
Cara Menyaksikan Live Streaming
Penggemar yang ingin menyaksikan laga penentu ini dapat mengakses siaran melalui Vidio. Berikut langkah singkatnya:
- Buka aplikasi Vidio atau kunjungi situs resmi Vidio.
- Login atau daftar akun baru.
- Pilih paket berlangganan yang diinginkan (Platinum Rp45.000, Platinum Extra Rp65.000, atau Ultimate Rp99.000).
- Masuk ke menu Live dan cari kanal yang menayangkan pertandingan Indonesia vs Vietnam.
Selain itu, pertandingan juga akan ditayangkan secara gratis di Indosiar, memberikan pilihan bagi pemirsa yang tidak ingin berlangganan layanan streaming.
Klasemen Terbaru Grup B
| Pos | Tim | PG | ME | SI | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Laos | 3 | 1 | 0 | 9 | 6 | +3 | 10 |
| 2 | Myanmar | 3 | 1 | 0 | 4 | 3 | +1 | 7 |
| 3 | Filipina | 3 | 1 | 0 | 3 | 4 | -1 | 7 |
| 4 | Thailand | 3 | 1 | 0 | 5 | 7 | -2 | 7 |
Dengan hasil ini, Laos melaju ke semifinal sebagai juara grup, sementara Myanmar harus menunggu keputusan mengenai runner‑up terbaik. Thailand, yang sebelumnya diharapkan menjadi salah satu kandidat kuat, harus menerima kenyataan bahwa mereka tersingkir di fase grup.
Prospek Semifinal dan Harapan Nasional
Semifinal Piala AFF U‑17 2026 akan mempertemukan Laos melawan Australia (juara Grup C) dan Timnas Indonesia melawan pemenang Grup D. Bagi Indonesia, kemenangan melawan Vietnam bukan hanya soal melaju ke semifinal, melainkan juga tentang mengembalikan kebanggaan sepak bola muda tanah air setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di turnamen sebelumnya.
Para pendukung diharapkan akan memberikan dukungan penuh, baik melalui stadion maupun platform digital, demi menyemangati Garuda Muda menembus babak berikutnya. Dengan semangat juang tinggi dan taktik yang matang, Indonesia memiliki peluang untuk menulis cerita baru di turnamen ini.
Turnamen Piala AFF U‑17 2026 terus menunjukkan bahwa kompetisi junior Asia Tenggara tidak kalah menariknya dibandingkan turnamen senior. Drama, kejutan, dan persaingan ketat menjadi bahan bakar bagi perkembangan bakat-bakat muda yang kelak akan menjadi tulang punggung sepak bola regional.











