Drama Dua Play‑off: Italia Dapat Peringatan Menjelang Laga Penentuan ke Piala Dunia 2026

Drama Dua Play‑off: Italia Dapat Peringatan Menjelang Laga Penentuan ke Piala Dunia 2026
Drama Dua Play‑off: Italia Dapat Peringatan Menjelang Laga Penentuan ke Piala Dunia 2026

Keuangan.id – 04 April 2026 | Italia kembali berada di persimpangan nasib setelah mengalami kegagalan di dua babak playoff zona Eropa untuk Piala Dunia FIFA 2026. Kekalahan dramatis melawan Bosnia dan Herzegovina pada laga final, serta hasil imbang melawan Norwegia yang memaksa tim Azzurri menempuh jalur tambahan, membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengeluarkan peringatan resmi menjelang pertandingan penentuan terakhir.

Rangkaian Kegagalan di Playoff

Setelah menempati posisi kedua di grup kualifikasi, Italia harus berhadapan dengan tim-tim kuat di fase playoff. Pada semifinal, Azzurri berhasil mengalahkan Irlandia Utara, namun langkah mereka terhenti ketika melawan Bosnia dan Herzegovina. Pertandingan di Stadion Bilino Polje, Zenica, berakhir imbang 1‑1 setelah perpanjangan waktu, namun Italia kalah 4‑1 dalam adu penalti. Gol pembuka oleh Moise Kean pada menit ke‑15 memberi harapan, namun gol penyama kedudukan dari Haris Tabakovic pada menit ke‑79 memicu serangkaian kegagalan mental yang berujung pada drama penalti.

Sebelumnya, Italia juga harus bertarung melawan Norwegia dalam laga penentuan grup. Meskipun menguasai peluang, Azzurri hanya mampu mengamankan satu poin dari hasil imbang 0‑0, yang menempatkan mereka di posisi kedua dan mengharuskan masuk ke jalur playoff. Kedua kegagalan ini menandai Italia sebagai negara pertama yang gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia beruntun, setelah absen pada 2018 dan 2022.

Gennaro Gattuso Mengundurkan Diri

Di tengah krisis, federasi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih kepala Gennaro Gattuso. Gattuso, yang diangkat pada Juni 2025 menggantikan Luciano Spalletti, mencatat enam kemenangan dalam delapan pertandingan, namun kegagalan di playoff menjadi titik balik. Dalam pernyataan resmi, ia mengungkapkan pengunduran diri dengan berat hati, menyatakan bahwa tidak tercapainya target merupakan alasan utama.

“Dengan berat hati, dan karena tidak mencapai target yang kami tetapkan, saya merasa masa saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir,” kata Gattuso. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden FIGC Gabriele Gravina, delegasi Gianluigi Buffon, serta suporter yang setia.

Gejolak Internal FIGC

Ketegangan tidak berhenti pada lapangan. Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon mengajukan pengunduran diri tak lama setelah kekalahan tersebut. Keputusan mereka mencerminkan rasa tanggung jawab atas kegagalan tim dan menambah ketidakpastian dalam proses pemilihan pelatih baru.

FIGC kini tengah menimbang sejumlah nama ternama, termasuk Antonio Conte, Massimiliano Allegri, serta mantan pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020, Roberto Mancini. Pilihan pelatih akan menjadi faktor krusial dalam upaya memulihkan kepercayaan publik dan mengembalikan prestasi Azzurri.

Peringatan Resmi dan Dampaknya

Menanggapi situasi yang memuncak, FIGC mengeluarkan peringatan resmi kepada tim nasional. Peringatan tersebut menegaskan bahwa kegagalan di dua playoff menimbulkan konsekuensi finansial dan reputasi bagi federasi, serta menuntut perbaikan struktural pada sistem pembinaan pemain muda. Peringatan ini sekaligus menjadi sinyal bagi manajemen baru untuk segera menyiapkan strategi yang lebih matang menjelang pertandingan penentuan akhir yang dijadwalkan pada akhir April 2026.

Jika Italia gagal lagi, konsekuensi dapat meliputi penalti finansial dari UEFA, penurunan peringkat FIFA, serta potensi kehilangan sponsor utama yang telah menaruh harapan besar pada keikutsertaan Azzurri di Piala Dunia.

Dalam suasana penuh tekanan, pemain senior seperti Leonardo Bonucci dan Marco Verratti menyatakan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan terakhir. “Kami tahu beban yang dipikul bangsa, namun kami akan berjuang hingga titik terakhir,” ujar Bonucci dalam konferensi pers.

Dengan segala dinamika internal dan eksternal, Italia kini berada pada fase kritis yang menuntut keputusan cepat, kebijakan yang tegas, serta keberanian untuk merombak struktur sepak bola nasional. Hasil akhir dari laga penentuan akan menjadi titik tolak bagi masa depan tim nasional, baik dalam upaya kembali ke Piala Dunia maupun dalam proses rekonstruksi yang lebih luas.

Exit mobile version