Keuangan.id – 21 April 2026 | Veteran gelandang Belgia, Radja Nainggolan, baru saja mengakhiri enam bulan pertama ia menginap di tanah air. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta, ia menegaskan bahwa penghormatan yang diterimanya di Indonesia jauh melampaui apa yang pernah ia rasakan di negeri kelahirannya.
Pengalaman pertama yang mengesankan
Setibanya pada awal Januari, Nainggolan langsung disambut oleh para suporter klub lokal yang mengadakan aksi seruan dan banner berwarna-warni. “Saya tidak pernah membayangkan akan disambut dengan sorak sorai begitu hangat,” ungkapnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa kehadiran media lokal yang meliput setiap langkahnya menambah rasa dihargai.
Perbandingan budaya sepak bola
Menurut Nainggolan, perbedaan utama antara Belgia dan Indonesia terletak pada kedekatan emosional antara pemain dan pendukung. “Di Belgia, kita memang dihormati sebagai profesional, namun di Indonesia rasa kebersamaan itu terasa lebih dalam,” katanya. Ia mencontohkan bagaimana suporter tak hanya memberi tepuk tangan, tetapi juga mengajak pemain berfoto, menandatangani tanda tangan, bahkan mengundang mereka ke acara keluarga.
Pengaruh terhadap karier
Selama enam bulan, pemain berusia 38 tahun tersebut telah berpartisipasi dalam beberapa pertandingan persahabatan dan menjadi duta bagi proyek pengembangan sepak bola muda. Ia menyatakan bahwa semangat belajar dari pemain muda Indonesia memberi energi baru baginya. “Mereka penuh semangat, cepat belajar, dan tidak takut mencoba teknik baru,” ujar Nainggolan.
Reaksi publik dan media
- Media sosial Indonesia langsung membludak dengan ribuan komentar positif, menandai postingan resmi Nainggolan dengan tagar #NainggolanDiIndonesia.
- Beberapa portal berita menyoroti pernyataannya sebagai bukti bahwa Indonesia kini menjadi tujuan utama bagi pemain internasional yang mencari tantangan baru.
- Suporter klub-klub Liga 1 mengadakan acara nonton bareng setiap kali Nainggolan muncul di lapangan, menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Rencana ke depan
Nainggolan menegaskan niatnya untuk memperpanjang masa tinggal di Indonesia, meski belum memutuskan apakah akan menandatangani kontrak resmi dengan klub Liga 1. Ia juga berencana menggelar klinik sepak bola di beberapa kota besar, termasuk Surabaya, Bandung, dan Medan, guna berbagi pengalaman taktik dan kebugaran.
Di akhir konferensi, Nainggolan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, penyelenggara turnamen, dan terutama para fans yang telah memberikan “respek” tanpa batas. “Saya berharap kunjungan saya dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus mencintai dan mengembangkan sepak bola tanah air,” tuturnya.
Dengan antusiasme yang terus mengalir, Nainggolan tampaknya menemukan rumah kedua di Indonesia, sebuah tempat di mana rasa hormat dan kebersamaan melampaui sekadar sorotan lapangan.
