Drama Akhir Musim PSMS Medan: Dari Kekalahan di EPA hingga Imbang Menegangkan melawan Persiraja

Drama Akhir Musim PSMS Medan: Dari Kekalahan di EPA hingga Imbang Menegangkan melawan Persiraja
Drama Akhir Musim PSMS Medan: Dari Kekalahan di EPA hingga Imbang Menegangkan melawan Persiraja

Keuangan.id – 04 Mei 2026 | PSMS Medan menutup perjalanan kompetitif 2025-2026 dengan serangkaian hasil yang penuh liku, mulai dari kegagalan di EPA Championship hingga pertarungan sengit melawan Persiraja Banda Aceh pada laga penutup Liga 2 Championship. Meski tidak berhasil meraih gelar, klub menunjukkan konsistensi yang mengokohkan posisi mereka sebagai tim yang selalu bersaing di level tertinggi Liga 2.

Penampilan di EPA Championship

Tim U-19 PSMS berpartisipasi dalam EPA Championship 2025/2026 dan berhasil mengamankan posisi peringkat empat. Pencapaian ini dicapai meski harus menelan kekalahan 1-2 dari Kendal Tornado FC pada fase penutup kompetisi. Kekalahan tersebut menandai akhir perjalanan mereka di turnamen, namun posisi empat tetap menjadi bukti bahwa generasi muda PSMS mampu bersaing dengan klub-klub kuat lainnya.

Liga 2 Championship: Laga Penutup melawan Persiraja

Pada Sabtu, 2 Mei 2026, PSMS Medan menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Lampineung. Pertandingan berjalan ketat sejak menit pertama. Gol pertama tercipta pada menit ke-40 melalui sentuhan tajam Felipe Cadenazzi, yang berhasil menembus pertahanan Persiraja dan memberi keunggulan 1-0 bagi Ayam Kinantan. Gol tersebut menjadi sorotan utama karena menandai momen penting bagi PSMS yang berusaha menambah poin penting di akhir musim.

Pertandingan kembali seimbang pada menit tambahan babak pertama, namun tidak ada gol tambahan. Babak kedua menyaksikan tekanan intens dari Persiraja, yang akhirnya menemukan penyelamat di menit 90+4 lewat gol Asnawi Habib. Gol tersebut mengamankan hasil imbang 1-1, mengakhiri laga dengan satu poin bagi masing-masing tim.

Pernyataan Pelatih dan Kapten

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui bahwa pertandingan berlangsung sengit dan penuh tekanan. “Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin,” ujar Eko dalam konferensi pers. Di balik profesionalisme di lapangan, Eko juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam setelah menerima kabar meninggalnya orang tuanya beberapa hari sebelum laga. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmen untuk memimpin tim hingga akhir musim.

Kapten PSMS, Erwin Gutawa, menambahkan bahwa seluruh pemain telah mengerahkan segala kemampuan. “Kami dari pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” kata Erwin. Ia juga menanggapi insiden kecil yang terjadi antara dua pemain di lapangan, menyebutnya sebagai perbedaan bahasa yang cepat mereda.

Statistik Musim Ini

  • Poin akhir: 36 poin (peringkat ke-7)
  • Rekor melawan Persiraja: 2 kemenangan, 1 imbang
  • Gol tercetak: 28
  • Gol kebobolan: 22

Harapan dan Rencana Kedepan

Setelah menutup musim dengan hasil imbang, manajemen PSMS bertekad untuk meningkatkan performa demi target utama: lolos ke Liga 1 pada musim berikutnya. Beberapa pemain kunci diperkirakan akan tetap dipertahankan, sementara pencarian pemain baru akan difokuskan pada posisi yang masih membutuhkan kedalaman skuad.

Pelatih Eko Purdjianto menekankan pentingnya stabilitas tim dan konsistensi dalam setiap pertandingan. “Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tegasnya.

Dengan dukungan fans yang tetap setia, PSMS Medan berupaya mengubah kekalahan di EPA Championship menjadi pelajaran berharga, sekaligus memanfaatkan momentum positif dari catatan tak terkalahkan melawan Persiraja. Jika strategi perekrutan dan pengembangan pemain muda berjalan lancar, klub memiliki peluang besar untuk kembali menembus puncak kompetisi nasional.

Kesimpulannya, meski PSMS Medan tidak meraih gelar pada musim 2025-2026, mereka berhasil menunjukkan daya juang dan potensi yang dapat dijadikan fondasi kuat untuk menatap Liga 1 di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *