Keuangan.id – 08 April 2026 | Dalam rangka memperkuat independensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator utama, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI mulai meninjau usulan penghapusan pungutan OJK yang selama ini dibebankan kepada sektor industri keuangan. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menyatakan bahwa wacana ini bertujuan mengurangi beban biaya operasional pada pelaku industri sekaligus menjaga kebebasan regulator dalam menjalankan tugasnya tanpa tergantung pada sumber pendapatan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.
Penghapusan pungutan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana OJK akan menutupi kekosongan pendapatan yang selama ini berasal dari kontribusi industri. Beberapa alternatif skema pengganti telah diusulkan dalam rapat internal DPR, antara lain:
- Peningkatan tarif layanan khusus yang diberikan OJK kepada lembaga keuangan, seperti lisensi, sertifikasi, dan audit regulasi.
- Penyusunan mekanisme kontribusi sukarela berbasis kinerja, di mana industri memberikan dana tambahan bila regulasi OJK terbukti meningkatkan stabilitas pasar.
- Alokasi anggaran khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditujukan untuk mendukung operasional OJK.
- Pengenaan pajak khusus sektor keuangan yang dikelola secara terpisah oleh Kementerian Keuangan, bukan melalui pungutan langsung OJK.
Setiap skema memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Misalnya, peningkatan tarif layanan dapat memastikan OJK tetap mandiri secara finansial, namun berpotensi menambah beban administratif pada lembaga keuangan. Sementara itu, alokasi anggaran APBN menjamin sumber dana yang stabil, namun menurunkan tingkat otonomi OJK dalam hal pengelolaan anggaran.
Komisi XI DPR RI berjanji akan melanjutkan diskusi dengan pihak OJK, Kementerian Keuangan, serta perwakilan industri untuk menemukan solusi yang seimbang antara kebutuhan pendanaan regulator dan kepentingan pelaku industri. Diharapkan keputusan akhir dapat meningkatkan kredibilitas OJK serta mendukung pertumbuhan sektor keuangan yang lebih sehat dan kompetitif.











