Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menekankan pentingnya penyusunan peta jalan ekspor beras nasional sesegera mungkin. Ia mengingatkan bahwa produksi beras Indonesia pada tahun ini mencapai angka tertinggi dalam dekade terakhir, sementara kebutuhan domestik tetap stabil, sehingga tercipta surplus yang signifikan.
Surplus tersebut diperkirakan mencapai 2,5 juta ton, menurut data Badan Pusat Statistik. Dengan potensi tersebut, pemerintah diharapkan dapat membuka pasar ekspor yang lebih luas, terutama ke negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah.
- Mengidentifikasi target pasar utama berdasarkan permintaan dan standar kualitas.
- Menyelaraskan regulasi ekspor dengan standar internasional, termasuk sertifikasi keamanan pangan.
- Meningkatkan kapasitas penyimpanan dan logistik untuk menjaga kualitas beras selama pengiriman.
- Memberikan insentif kepada petani dan pelaku industri pengolahan beras yang berpartisipasi dalam rantai ekspor.
- Mengoptimalkan peran lembaga pemasaran ekspor pemerintah.
Alex Indra Lukman juga menyoroti perlunya koordinasi lintas sektor, antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta lembaga keuangan, agar kebijakan ekspor dapat diimplementasikan secara terintegrasi. Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya akan meningkatkan devisa negara, tetapi juga membantu menstabilkan harga beras di pasar domestik.
Jika peta jalan disepakati dalam beberapa bulan ke depan, DPR berharap proses perizinan dan dukungan fiskal dapat segera diluncurkan, sehingga eksportir dapat memanfaatkan musim panen beras berikutnya dengan optimal.











