Keuangan.id – 18 April 2026 | Indo Tambangraya Megah (ITMG) mengumumkan pembagian dividen sebesar USD115 juta untuk tahun 2023, menurun 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya laba bersih perusahaan yang dipengaruhi oleh koreksi harga batu bara yang diproyeksikan berlangsung hingga 2025.
Perbandingan Kinerja Keuangan
| Tahun | Laba Bersih (USD) | Dividen (USD) | Yield Dividen (%) |
|---|---|---|---|
| 2022 | 220 juta | 240 juta | 1,09 |
| 2023 | 105 juta | 115 juta | 0,55 |
Beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan laba dan dividen antara lain:
- Koreksi harga batu bara: Harga batu bara global turun secara signifikan sejak awal 2023, dipicu oleh oversupply dan pergeseran kebijakan energi di beberapa negara.
- Penurunan volume penjualan: Permintaan batu bara Indonesia di pasar ekspor menurun, terutama ke India dan China.
- Peningkatan biaya operasional: Biaya produksi, termasuk biaya tenaga kerja dan logistik, terus meningkat.
Penurunan dividen berdampak pada imbal hasil (yield) bagi pemegang saham. Dengan harga saham ITMG yang berfluktuasi di Bursa Efek Indonesia, yield dividen turun menjadi sekitar 0,5 persen, jauh di bawah rata-rata sektor pertambangan.
Reaksi Pasar dan Prospek Kedepan
Saham ITMG mengalami penurunan nilai setelah pengumuman tersebut, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap profitabilitas jangka menengah. Namun, manajemen ITMG menegaskan bahwa koreksi harga batu bara diperkirakan bersifat sementara. Perusahaan berencana meningkatkan diversifikasi produk, memperkuat efisiensi operasional, dan mengejar peluang di energi terbarukan.
Jika harga batu bara dapat pulih pada paruh kedua 2025, laba bersih diharapkan kembali naik, memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kembali pembagian dividen. Investor disarankan untuk memantau perkembangan harga komoditas serta kebijakan energi global sebelum mengambil keputusan investasi.











