Dividen Bank Mandiri Catat Rekor Jumbo Rp 44 Triliun: Apa Nominal dan Jadwal Pembayarannya?

Dividen Bank Mandiri Catat Rekor Jumbo Rp 44 Triliun: Apa Nominal dan Jadwal Pembayarannya?
Dividen Bank Mandiri Catat Rekor Jumbo Rp 44 Triliun: Apa Nominal dan Jadwal Pembayarannya?

Keuangan.id – 30 April 2026 | Bank Mandiri resmi mengumumkan dividen Bank Mandiri yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan, sebesar Rp 44,47 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026 dan mencerminkan kinerja keuangan yang solid pada tahun buku 2025.

Latar Belakang Keputusan

RUPST yang digelar di Jakarta tidak hanya membahas pembagian dividen, tetapi juga menyetujui program buyback saham senilai Rp 1,17 triliun, perubahan susunan pengurus, dan agenda strategis lainnya. Laba bersih konsolidasi tahun 2025 tercatat Rp 56,3 triliun, memungkinkan perseroan untuk menyalurkan 79% laba bersih sebagai dividen, menjadikannya yang terbesar sepanjang masa.

Rincian Nominal Dividen

Total dividen yang dibagikan terbagi menjadi dua komponen. Sebagian pertama, sebesar Rp 9,32 triliun, telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya, yakni Rp 35,15 triliun, akan dibayarkan setelah RUPST selesai. Dengan total saham beredar, dividend per share (DPS) tercatat Rp 476,95, di mana Rp 376,96 per saham merupakan bagian yang masih menunggu pembayaran.

Jadwal Pembayaran

Jadwal pembayaran dividen dijabarkan secara rinci oleh pihak perusahaan, memastikan transparansi bagi seluruh pemegang saham:

  • Dividen interim: 14 Januari 2026 (sudah dibayarkan).
  • Pembayaran sisa dividen tunai: dimulai 15 Mei 2026 dan berakhir 30 Juni 2026, melalui transfer ke rekening efek yang terdaftar.
  • Proses verifikasi dan pencatatan akhir diperkirakan selesai pada akhir Juli 2026.

Setiap pemegang saham yang tercatat pada tanggal penutupan RUPST (29 April 2026) berhak menerima pembayaran sesuai nominal yang telah ditetapkan.

Implikasi bagi Pemegang Saham dan Pasar

Dividen sebesar Rp 376,96 per saham menghasilkan dividend yield sekitar 10,77% dengan harga penutupan saham pada hari RUPST, yaitu Rp 4.430 per lembar. Yield ini menempatkan Bank Mandiri di posisi teratas di antara emiten perbankan domestik. Selain memberikan aliran kas langsung kepada investor, keputusan buyback sebesar Rp 1,17 triliun diharapkan dapat menstabilkan harga saham dan meningkatkan nilai kepemilikan bagi karyawan melalui program kepemilikan saham.

Kesimpulan

Pengumuman dividen Bank Mandiri ini menegaskan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan nilai bagi negara dan pemegang saham, tanpa mengorbankan kapasitas pertumbuhan. Dengan nominal Rp 376,96 per saham dan jadwal pembayaran yang terstruktur, investor dapat mengharapkan arus kas yang signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Langkah buyback sekaligus memperkuat struktur kepemilikan dan menambah kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *